oleh

Tahun Depan, Santunan Kematian Meningkat   Dari Rp 1 Juta, Naik Jadi Rp 3 Juta Per Jiwa

BONTANG – Besaran santunan kematian di 2019 mendatang akan mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya setiap warga yang meninggal dunia, kemudian ahli warisnya melaporkan ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M), maka ahli warisnya akan mendapatkan santunan dari Pemkot Bontang sebesar Rp 1 juta. Namun di 2019 nanti, naik menjadi Rp 3 juta.

“Ini dilakukan dengan harapan keluarga yang ditinggalkan almarhum bisa memanfaatkannya untuk mengganti pembelian kain kafan, keperluan saat pemakaman, dan segala kebutuhan lainnya. Bagi warga miskin, ini tentu sangat membantu,” ujar Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, beberapa waktu lalu.

Selain membantu dan meringankan korban yang ditinggalkan, naiknya santunan kematian ini juga diharapkan dapat mendorong data penduduk agar lebih akurat. Yang mana menurut data selama ini, masih banyak keluarga almarhum yang tidak melaporkannya ke Pemkot, sehingga di database kependudukan, masih tercatat belum meninggal dunia. “Ini yang coba akan kita tertibkan,” tuturnya.

Dikatakan Neni, jumlah warga yang meninggal dunia di Bontang per tahunnya rata-rata mencapai 400 orang. Untuk itu, di 2019 mendatang Pemkot akan menyediakan anggaran sekira Rp 1,2 Miliar. “Jika ini kita lakukan, maka santunan kematian di Bontang akan menjadi yang paling tinggi di Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemberian santunan kematian ini telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Bontang Nomor 24 Tahun 2012 tentang Pemberian Santunan Kematian Bagi Penduduk Bontang. Yang mana, setiap ahli waris yang mengajukan, akan mendapat santunan kematian. Syaratnya pengambilannya dilakukan oleh ahli waris dengan syarat membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) dari orang yang meninggal tersebut, maupun akta kematian yang telah diterbitkan oleh Diskucapil. (bbg)

Bagikan berita ini!
  • 6
    Shares