oleh

Biaya Pemeliharaan Jembatan Minim  Tahun Ini Hanya Dianggarkan Rp 4 Miliar 

SAMARINDA – Minimnya biaya menjadi salah satu alasan tidak terpeliharanya sejumlah jembatan di Kaltim. Tak heran, terdapat jembatan yang tidak lagi memiliki lampu penerang. Sehingga digunakan untuk tempat maksiat.

Belum lama ini, Metro Samarinda pernah mengangkat berita keluhan warga di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Sudah beberapa bulan ini, pengguna jalan mengaku di malam hari melintasi Jembatan Mahakam Ulu dalam keadaan gelap.

Namun tidak hanya kasus jembatan tanpa lampu penerang yang kerap dikeluhkan masyarakat di Benua Etam. Acap kali jembatan ditabrak tongkang pengangkut batu bara. Sehingga menimbulkan kerusakan yang dapat berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Kaltim, Muhammad Taufik Fauzi mengungkapkan, pada tahun 2018 terdapat anggaran yang digelontorkan untuk pemeliharaan jembatan.

“Anggarannya itu ada di UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah, Red.). Tetapi kecil. Berkisar Rp 4 miliar. Itu untuk pemeliharaan seluruh jembatan yang menjadi tanggung jawabnya provinsi,” bebernya, Kamis (13/9) lalu.

Seperti diketahui, terdapat empat jembatan yang membentang di Sungai Mahakam. Antara lain Jembatan Mahakam Ulu, Jembatan Mahakam, Jembatan Mahkota II, dan Jembatan Martadipura. Semua jembatan tersebut berada dalam pemeliharaan pemerintah pusat, pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota.

Jembatan Mahakam yang terletak di Samarinda yang acap kali ditabrak ponton batu bara. Laporan terbaru membuktikan, bahwa sebagian besar bagian fender atau pelindung utama jembatan yang selesai dibangun pada 1986 itu telah rusak.

Kondisi itu kian pelik, perawatan Jembatan Mahakam tahun ini tidak dianggarkan. Khanif Ashar, Kepala Seksi Preservasi dan Peralatan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII mengaku, anggaran hanya cukup untuk biaya pembersihan.

Bagikan berita ini!
  • 4
    Shares