Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Guru Honorer Merasa di-PHP  Penambahan Gaji Hanya Ditanggung Empat Bulan 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Janji penambahan gaji guru honorer di SMA/SMK Negeri oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sepertinya tidak sesuai harapan. Pasalnya, penambahan gaji sebesar Rp 700 ribu setiap bulan hanya akan dibayar selama empat bulan.

Padahal pada Maret 2018 lalu, pemprov melalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kaltim berjanji akan merealisasikan penambahan gaji guru honorer selama satu tahun. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan gaji para pengajar itu dengan Upah Minimum Regional (UMR).

Sebab selama 2018 ini, setiap guru honorer yang mengajar di SMA/SMK Negeri menerima gaji sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Artinya, dengan penambahan Rp 700 ribu tersebut, gaji guru honorer diharapkan tidak terlampau jauh dengan standar UMR.

Besaran gaji tersebut mulai diberlakukan semenjak wewenang penggajian dialihkan pada Pemprov Kaltim. Sebelumnya, guru honorer SMA/SMK Negeri berada dalam tanggung jawab pemerintah kabupaten dan pemerintah kota.

Ketua Umum Forum Sahabat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Honorer (FORSA-PTKH) Kaltim, Abdul Samad menuturkan, pihaknya mendapat angin segar dari janji Dikbud yang ingin menambah gaji guru honorer tersebut. Namun janji itu urung ditunaikan.

“Sebenarnya itu sangat mengecewakan kami. Padahal waktu pertemuan awal kami dengan Dikbud pada 12 Maret, mereka mengakui dananya sudah ada. Waktu itu kami mau dibantu sekitar Rp 500 ribu per bulan,” ungkap Samad, Jumat (14/8) kemarin.

Sedangkan sisanya, diakui berasal dari anggaran yang dikucurkan DPRD Kaltim. Nilanya, setiap guru mendapat sebesar Rp 200 ribu per bulan. Pada 23 Juli lalu, Kepala Dikbud Kaltim Dayang Budiati mengaku, telah menyediakan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk menambah gaji guru honorer yang jumlahnya sekira 5.000 orang.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments