Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Hamil Duluan, Nikah Kemudian Angka Pernikahan Dini Tinggi, Banyak yang Putus Sekolah

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Pernikahan dini marak terjadi di Bontang. Dalam waktu delapan bulan, tercatat sedikitnya 17 pasangan muda mudi melepas masa lajang. 60 persen dari jumlah tersebut terpaksa menikah karena hamil duluan.

Yang memprihatinkan, sebagian besar pelaku pernikahan dini masih berusia belasan tahun. Mereka juga berstatus masih sebagai pelajar. Namun pihak keluarga memang tidak memiliki pilihan lain begitu tahu terjadi peristiwa kehamilan.

Hakim sekaligus humas Pengadilan Agama (PA) Bontang, Anton Taufiq Hadiyanto mengatakan, batasan minimal usia pernikahan telah diatur dalam pasal 7 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974. Di mana, laki-laki minimal 19 tahun, sedangkan perempuan 16 tahun. Hal ini juga diperjelas dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 15. Di bawah usia tersebut, maka diharuskan mengajukan dispensasi nikah.

“Tingginya angka yang mengajukan dispensasi nikah itu sangat miris,” kata Anton kepada Bontang Post, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, selain sudah berbadan dua, adapun faktor pernikahan dini lainnya ialah ingin menghindari fitnah terkait norma asusila karena sudah terlanjur dekat. Tak hanya itu, sebagian kecil juga menyatakan diri kesiapannya untuk membangun rumah tangga walupun usianya masih dini. “Tapi ya kebanyakan sudah dalam keadaan hamil sebelum menikah,” ucapnya.

Menurut Anton, fenomena ini akibat pengaruh kebebasan mengakses dunia maya. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada orang tua untuk menjalin koordinasi dengan putra-putrinya. Tak hanya itu, peran instansi pendidikan juga penting. Mengingat sebagian waktu dari keseharian anak berada di sekolah. Adapun kepada pemerintah daerah juga diharapkan menjaga kawasan umum yang minim penerangan.

“Perlu koordinasi baik antara orang tua, instansi pendidikan dengan lingkungan. Silakan diperketat tetapi yang positif,” tuturnya.

Beberapa permohonan saat ini masih ditangani oleh PA. Majelis hakim pun tidak serta-merta mengabulkan. Ia berujar banyak aspek pertimbangan hakim sebelum memutuskan. Salah satunya terkait visi dan misi dari bersangkutan. Baik secara lahiriah maupun batiniah.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments