Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Bawaslu: Turunkan Sendiri, Atau Kami Tertibkan Belum Masa Kampanye, Temukan 42 Alat Peraga Sosialisasi

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Sebanyak 42 alat peraga sosialisasi jadi temuan pihak Bawaslu Kota Bontang. Mengingat belum memasuki masa kampanye, Bawaslu Bontang pun mengimbau agara partai politik menginformasikan kepada para bakal calon legislatif (bacaleg) untuk menurunkannya sebelum dieksekusi Bawaslu.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kota Bontang Nasrullah dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilu di Pemilihan Anggota DPR, DPD dan DPRD, serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. “Alat peraga sosialisasi yang kami data ada bermacam-macam dan banyak sekali, jumlanya mencapai 42 buah, padahal saat ini belum memasuki masa kampanye,” jelas Nasrullah, di Hotel Grand Raodah I, Senin (17/9) kemarin.

Dikatakan dia, temuan tersebut memang tidak langsung dieksekusi oleh pihaknya. Tetapi untuk menindaklanjutinya, pihak Bawaslu Bontang melayangkan surat imbauan kepada masing-masing partai politik yang menjadi peserta pemilu. Harapannya, surat imbauan itu diberikan kepada para bacalegnya yang sudah terdata dalam Daftar Caleg Sementara (DCS). “Jika setelah menerima surat tersebut dalam waktu tiga hari tidak diindahkan, maka surat imbauan kedua akan dikirimkan dengan batasan waktu 1×24 jam,” ujarnya.

Namun, ketika sudah diberi waktu 1×24 jam masih belum diindahkan maka Bawaslu memiliki kewenangan bekerja sama dengan Satpol PP untuk menertibkan alat peraga sosialisasi. “Turunkan sendiri, atau kami tertibkan. Ini termasuk upaya awal pencegahan agar tidak marak alat peraga sosialisasi. Mengingat masa kampanye akan segera tiba dengan waktu yang panjang,” ungkapnya.

Dikatakannya, tahapan kampanye dimulai sejak tanggal 23 September hingga 13 April 2019. Artinya, masih ada waktu tujuh bulan untuk melakukan sosialisasi atau kampanye. Nasrullah meminta dukungan dari parpol, kodim, kepolisian, dan kejaksaan agar perhelatan demokrasi tahun 2019 kembali dikawal. “Mari saling menjaga jangan sampai ada persoalan yang berhubungan dengan hukum ataupun pidana, karena hukuman pemilu sangat luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments