Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Pemerintah Wajib Jaga Stabilitas Harga  Seiring Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar 

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus berlanjut. Teranyar, rupiah menyentuh level Rp 14.875 per dolar negeri Paman Sam itu. Namun demikian, pelemahan nilai tukar tersebut tidak selamanya membawa efek buruk bagi perekonomian nasiolan dan lokal.

Kaltim yang notabenenya memiliki nilai ekspor yang lebih dominan ketimbang impor, akan diuntungkan seiring depresiasi rupiah terhadap dolar. Hal itu disampaikan oleh ekonom dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Aji Sofyan Effendi, Senin (17/9) kemarin.

“Kenapa bisa menguntungkan bagi Kaltim? Karena posisi ekspor lebih besar daripada impor. Walaupun barang-barang ekspor kita primer, tetapi tetap saja neraca perdagangan Kaltim surplus,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim 2017, nilai ekspor mencapai 10,8 persen. Sedangkan impor hanya berkisar 2,1 persen. Pada Januari hingga Juni 2018, ekspor Kaltim mencapai USD 9,334 juta. Sedangkan impor berkisar USD 2,036 juta. Jika dikalkulasi, tahun ini Kaltim mengalami surplus perdagangan Rp 10,9 triliun.

Karena itu, Kaltim memberikan kontribusi terbesar ketiga dalam total ekspor nonmigas nasional. “Kontribusi ekspor nonmigas pertama adalah DKI Jakarta. Kemudian disusul Jawa Timur,” bebernya.

Pada 2017, Kaltim menyumbang ekspor nonmigas nasional 10,08 persen. Sedangkan DKI Jakarta menyumbang 33 persen dan Jawa Timur 11 persen. Secara keseluruhan, ketiga daerah tersebut memberikan kontribusi ekspor nonmigas nasional sebesar 52 persen dari seluruh ekspor nasional.

“Selama lima tahun terakhir, neraca perdagangan Kaltim selalu mengalami surplus. Baik migas maupun nonmigas,” ucapnya.

Namun demikian, secara nasional, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar tersebut menjadi ancaman. Sebab pada 2018, pemerintah telah mematok asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp 13.400 di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca