Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Pupuk Indonesia Targetkan Ekspor Senilai Rp 8,31 Triliun Upaya Memperkuat Nilai Tukar Rupiah, Diapresiasi Menteri BUMN

Published

on

Dibaca normal 3 menit

BONTANG – Pupuk Indonesia Grup berkomitmen mendorong ekspor pupuk sebagai upaya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pupuk Indonesia memproyeksikan dapat mengekspor pupuk Urea, Amoniak dan NPK hingga akhir 2018 dengan nilai Rp 8,31 Trilliun.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pihaknya datang ke Bontang untuk menghadiri dan menyaksikan ekspor dari Pupuk Kaltim yakni urea dan amoniak. Seperti dilaporkan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, bahwa Pupuk Kaltim adalah pabrik pupuk yang terbesar di Indonesia.

“Saya juga melihat Pupuk Kaltim yang paling efisien, dan saya bangga terhadap manajemen Pupuk Kaltim yang sudah banyak sekali perubahannya,” jelas Rini usai meninjau persiapan ekspor di Kapal Phuong Dong yang memuat 20 ribu ton urea dan 5 ribu ton amoniak menuju Filipina di Pelabuhan PT Pupuk Kalimantan Timur, Selasa (18/9) kemarin.

Rini mengingatkan, kebutuhan pupuk di Indonesia semakin meningkat. Oleh karena itu Pupuk Indonesia diminta meningkatkan kemampuannya untuk produksi, agar bisa menjaga jumlah yang diekspor.

“Saya dengar pemanfaatan pabrik juga sudah lebih dari 100 persen, tinggal amoniak yang masih 94 persen. Insyaallah ke depan bisa ditingkatkan lagi. Saya sangat bangga kepada seluruh manajemen Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia yang dipimpin oleh Pak Aas,” ungkapnya.

Menurut Rini, Pupuk Indonesia Grup merupakan satu dari sejumlah BUMN yang selalu mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional melalui ekspor produk yang kualitasnya telah diakui. Ekspor ini pun dilakukan setelah memastikan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga penjualan ekspor sebagai upaya memacu pertumbuhan ekonomi Nasional dengan menyumbang devisa Negara dan kembali memperkuat nilai Rupiah.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments