oleh

Penderita  MR Tak Terdata Diskes Sebut Hanya Berbahaya bagi Ibu Hamil 

SANGATTA – Tak ada data pasti jumlah penderita penyakit campak dan rubella (MR) di Kutim. Namun, Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim meyakini, penderitanya terdapat di Kutim. Namun tak terdata dengan baik. Sebab, penyakit ini masuk kategori umum.

“Kami lemah data. Tetapi ada saja. Kita ketahui juga, jarang yang berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Apalagi kalau di kampung, banyak menggunakan obat tradisional,” ujar Kadis Kesehatan, Bahrani Hasanal.

Memang kata dia, penyakit ini tak begitu membahayakan. Terlebih bagi kalangan dewasa maupun anak-anak. Seperti rubela, penderitanya hanya meriang dan menimbulkan bintik merah. Paling maksimal ialah demam rendah 30-35 Derajat Celcius.

Sedangkan campak, penderitanya bisa gondokan, batuk, pilek, dan paling maksimal demam tinggi.

“Kalau anak-anak dan dewasa biasa saja. Penyakitnya ringan saja. Jika pun terkena,  paling sembuh sendiri,” katanya.

Yang berbahaya kata dia, ialah ibu hamil.  Dikhawatirkan ibu hamil yang terkena penyakit ini, jika terkena, 80 persen dipastikan anaknya terjangkit.

“Jika anak terkena pada triwulan pertama, maka anak bisa buta, tuli, jantung bocor, dan kepala kecil. Bisa juga mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Mereka ini agak rawan,” katanya.

Memang kata dia, penyakit ini tak darurat di Kutim, melainkan hanya di Indonesia secara umum. Meskipun begitu, karena melihat dampak positifnya, makanya dilakukan vaksin massal.

“Kami akui juga, memang haram, akan tetapi dibolehkan. Kita melihat ke depan. Contoh, dulu terdapat penyakit cacar, sekarang tak ada lagi. Karena sudah divaksin semua,” katanya.

Mengenai tingkat partisipasi masyarakat, dirinya membenarkan terbilang lamban. Yang sudah mencapai 90 persen baru Kecamatan Muara Wahau. Selebihnya masih merangkak. Rata-rata mencapai 60 persen.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares