Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Formasi CPNS Lulusan SMA Dihapuskan Jatah Lima Kursi Dialihkan ke Penerimaan Tenaga Teknis 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SANGATTA – Ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kutim, sedikit banyaknya merasa kecewa karena pemerintah setempat hanya menyediakan formasi untuk lulusan program diploma (D-3) dan sarjana (S1), sedangkan tamatan SMA tidak tersedia.

Padahal informasi sebelumnya, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Zainuddin Aspan sempat mengatakan, pihaknya membuka tes CPNS untuk lulusan SMA, dengan jumlah kursi sebanyak lima orang diposisikan di Satpol PP.

“Formasi yang lima orang untuk SMA dihapuskan, diganti ke penerimaan calon pegawai teknis yang berjumlah menjadi 62 orang,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/9).

Menurutnya, penerimaan kali ini diperuntukkan bagi lulusan diploma dan sarjana dengan sejumlah jurusan. Namun diprioritaskan untuk tenaga guru sebanyak 90 orang dan kesehatan 91 orang.

Di tempat berbeda, warga Sangatta Utara bernama Saramiyah (18), mengaku kecewa, pasalnya ia telah menyiapkan diri untuk mengikuti tes tersebut. Saat mendapat informasi terbaru, ia mengatakan semangatnya sempat menurun.

“Saat saya dapat informasi penerimaan CPNS, saya langsung menyiapkan berbagai persyaratan, seperti kartu kuning (AK1), surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), termasuk surat keterangan kesehatan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” keluh wanita berhijab ini.

Ia menyebutkan, pemerintah seharusnya dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan. Dia merasa dibingungkan, saat melihat formasi untuk SMA dihilangkan. Padahal menurutnya, sempat beredar kabar, perihal penerimaan SMA sebelumnya disediakan.

“Saya memang tidak kuliah, tapi bukan berarti kalah dengan sarjana. Masa tidak diberi kesempatan,” keluhnya.

Baginya tes seperti ini merupakan hal yang sangat ditunggu masyarakat dimanapun, terlebih menjadi PNS merupakan harapan banyak orang. Sehingga dalam penerimaan harus mempertimbangkan banyak aspek.

“Dilihat jugalah potensi anak muda Kutim, banyak yang berprestasi tapi terkendala anggaran untuk melanjutkan pendidikan. Maka dari itu lebih memilih bekerja dengan berharap pada peluang seperti ini,” tandasnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments