Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Kolom Redaksi

Memetik Hikmah dari Cinderella Man

Published

on

Dibaca normal 3 menit

Banyak pelajaran menarik bisa kita dapatkan dari lingkungan sekitar kita. Tak melulu dari sekolah, atau nasehat orang tua. Dari mana saja bisa. Bahkan dari menonton film sekalipun.

Saya merupakan salah seorang penghobi nonton film. Film apapun akan saya tonton asal sesuai dengan kriteria. Tidak harus genre action ataupun film dengan efek-efek canggih. Cukup film drama sederhana asalkan punya cerita menarik, saya pasti senang. Intinya adalah pesan-pesan menarik yang ada pada sebuah film. Itulah yang menarik bagi saya.

Cinderella Man. Film yang sangat-sangat baik menurut saya. Beberapa hari terakhir ini saya tonton kembali filmnya. Artinya, sudah kedua kalinya saya menyaksikannya.

Film diangkat dari kisah nyata seorang petinju professional di tahun 1920an, James J Braddock. Bukan kisah kejayaannya di ring tinju, tetapi bagaimana kehidupan di luar ring tinju itu yang cukup menarik untuk diambil hikmahnya.

Singkat cerita, petinju keturunan Irlandia – Amerika Serikat ini awalnya seorang petinju yang disegani. Pernah Berjaya di kelas berat. Bahkan kehidupan ekonomi keluarganya pun termasuk high class. Sayangnya, masa depresi yang dialami Amerika saat itu, ikut menjatuhkan kondisi perekonomiannya. James jatuh miskin. Seperti juga kebanyakan warga Amerika saat itu.

Cukup miris kehidupannya yang diceritakan di film ini. Tidak hanya untuk makan, bayar tagihan listrik dan air pun susah. Sampai harus diputus dan menggunakan lilin sebagai penerang. Tak mampu beli susu, sampai-sampai sisa susu sedikit dicampur dengan air putih sebotol. Bahkan James rela jatah makannya diberikan kepada sang anak. Hingga Ia tak makan saat harus bekerja.

Hikmah yang dapat saya petik dari kisah ini adalah kekuatan dan kesabarannya dalam menghadapi kemiskinan. Dengan tidak mengabaikan dan melanggar norma-norma sosial di masyarakat. Walaupun miskin, James tidak pernah mencuri atau tindakan kriminal lainnya. Prinsip ini juga sangat ditekankan kepada sang anak.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments