Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Dipaksa Berhenti dari Perusahaan, Buruh Ambil Langkah Hukum di MA 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Empat tahun terakhir ratusan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa ketetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) terjadi di Kaltim. Ada pula yang diminta tanda tangan surat PHK karena dianggap sebagai ancaman bagi masa depan perusahaan. Alasannya, buruh tersebut dinilai kerap memberikan kritik atas ketidakadilan yang dilakukan pengusaha.

Hal itu pernah dialami Amran pada 2016 lalu ketika bekerja di sebuah perusahaan lokal yang berlokasi di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser. Meski sudah berlangsung dua tahun silam, PHK tersebut telah meninggalkan kesan mendalam dan perlawanan dari serikat buruh.

Amran mengatakan, PHK itu terjadi setelah aksi mogok kerja yang dilakukan buruh. Aksi itu berawal dari kebijakan perusahaan yang menganggap para buruh mangkir dari pekerjaan. Padahal kenyataannya Amran tidak pernah absen dari tugasnya di perusahaan.

“Setelah mogok itu, saya dikasih cuti selama dua minggu. Tiba-tiba saya sudah dilarang masuk kerja. Bahkan diusir dari mes. Saya tidak terima. Waktu saya disuruh tanda tangan risalah, saya tidak mau. Saya minta didampingi serikat buruh,” ungkapnya, Kamis (20/9) kemarin.

Beberapa orang manajer dan staf perusahaan memintanya untuk tanda tangan surat penghentian dan pesangon tersebut. Setelah mendapat tekanan dari serikat buruh, pimpinan perusahaan itu mengurungkan niatnya meminta tanda tangan dari Amran.

“Saya diancam kalau tidak tanda tangan, pesangon akan berkurang. Karena perusahaan akan melakukan mediasi di Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Red.). Mereka juga bilang akan membawa kasus itu ke PHI. Tetapi saya tidak takut,” katanya.

Surat tersebut dianggap Amran sebagai bentuk jebakan yang justru merugikannya. Terlebih selama enam tahun bekerja di perusahaan, Amran kerap kali mendapat informasi adanya “permainan” dalam PHK.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments