oleh

Jaringan Belum Stabil, Listrik dan Air Juga Terkendala

SANGATTA – Untuk memudahkan peserta CPNS yang ingin mendaftar dengan sistem online, perlu didukung jaringan internet. Permasalahannya, akses jaringan tersebut masih terus dipersiapkan agar tak menjadi kendala saat pelaksanaan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Zainuddin Aspan menyatakan, Telkom tidak maksimal dalam penerimaan signal (Jaringan wistanet).

“Tapi hanya 20 mbs saja. Padahal sudah diajukan, kami masih mau meminta untuk dinaikan menjadi 40-50 mbs,” jelasnya saat memimpin rapat di Ruang Arau.

Hal tersebut bertujuan agar tidak bermasalah dalam pemberkasan. Pasalnya tes akan sulit dilaksanakan jika jaringan menjadi penghambat. Dengan ini, pihaknya terus lakukan pengetesan jaringan setiap waktu, sebagai upaya melihat sejauh mana perkembangan hingga hari pelaksanaannya.

“Sering kami cek, walaupun sudah terhubung tapi jika tidak mencukupi kebutuhan sulit juga,” pungkasnya.

Mengingat metode yang digunakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), dan jaringan internet sebagai pendukung terbesar yang mampu menghubungkan hasil tes ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sehingga membuat panitia akan terus lakukan koordinasi dengan Telkom sebagai penunjang.

Hal serupa terjadi pada permasalahan listrik di gedung badan diklat, yang mana penerangan masih kurang standar dan dianggap belum memadai, tidak hanya itu, pihaknya akan meminta pada PLN untuk memprioritaskan distribusi listrik ke gedung tes saat pelaksanaan hingga usai kegiatan.

“Nanti kami surati PLN supaya jangan ada pemeliharaan atau pemadaman di area tes. Agar tesnya bisa berjalan dengan lancar,” harapnya.

Serupa, permasalahan air pun menjadi pembahasan yang cukup alot dalam rapat. Sehingga pihaknya meminta pada BPKAD untuk memerhatikan kasus ini dengan serius. Mengingat ribuan pendaftar dipastikan membutuhkan air untuk kamar mandi.

“Banyak pipa bocor. Kalau di gedung diklat dinyalakan di asrama sebelah bermasalah, begitu pula sebaliknya. Sehingga ribuan orang akan mengantre, terlebih saat memasuki jam salat, sulit bagi mereka untuk berwudu,” terangnya.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share