Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Pedagang Pasar Kembali Ancam Pemkot Lapak Liar Masih Menjamur di Trotoar, Sebut Penertiban Salah Fokus

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Nada protes kembali digaungkan oleh Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah. Pasalnya tuntutan mereka saat dimediasi oleh DPRD belum terpenuhi. Disebabkan masih berjualannya pedagang ayam dan ikan di trotoar Jalan KS Tubun.

Bahkan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah Muhammad Nurdin mengancam akan melakukan aktivitas jual beli di parkiran bangunan pasar dan pinggir jalan di lokasi tersebut. Hal ini tertuang dalam surat bernomor 12/APP/2018 tertuju Komisi II dan III DPRD untuk permintaan audiensi.

“Pedagang di dalam pasar sementara, mengancam akan keluar berjualan. Karena di dalam tidak laku barang dagangannya. Oleh karena itu, saya membuat surat kepada seluruh instansi terkait,” kata Nurdin saat ditemui Bontang Post di kediamannya, Jumat (21/9) kemarin.

Nurdin juga mempertanyakan mengenai upaya penertiban beberapa waktu lalu. Ia menilai saat itu pemerintah salah fokus dikarenakan aparat justru menyasar atap pedagang.

Ancaman ini akan dijalankan bilamana pemerintah tidak segera mengambil tindakan. Meskipun dikatakan Nurdin, tenggat waktu yang dipatok asosiasi tidak ditentukan. “Saya dengar sudah ditangani dewan untuk dijadwalkan pertemuan kedua kalinya nanti,” tuturnya.

Nurdin berujar pedagang di dalam bangunan pasar sementara selama ini rugi, padahal beban pengeluaran yang ditanggung banyak. Misalnya biaya listrik mencapai Rp 10 ribu tiap lima hari sedangkan pembayaran air Rp 15 ribu per harinya. Bukan itu saja, setiap lapak juga wajib membayar iuran kebersihan sekira Rp 15 ribu per hari, retribusi Rp 1.000 per dua hari, dan pajak Rp 30 ribu per bulan.

“Pedagang di dalam itu banyak pengeluarannya. Sangat menderita kalau masih ada yang berjualan di luar,” ujar dia.

Menurut pemaparannya, kebutuhan warga Bontang berkenaan ayam dan ikan tiap harinya sangat tinggi. Jika itu mampu ditertibkan, secara otomatis akan menata kembali beberapa pedagang sayur untuk masuk bangunan pasar sementara.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments