Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Dahlan Iskan

Penularan Sriracha untuk Tim Sukses

Published

on

Dibaca normal 3 menit

Oleh: Dahlan Iskan

 

Sebelum berangkat, David Tran bikin keputusan bulat: keluarganya dibagi empat. Sama-sama mengungsi.

Meninggalkan Vietnam. Tapi tidak boleh berangkat dalam satu perahu. Di tahun 1975 itu.

Mereka menyebar ke empat negara: Hongkong, Malaysia, Indonesia, Filipina. Menjauhi medan perang Vietnam.

 

Akhir cerita, David tiba di Boston. Setelah dari satu barak ke barak lain.

Kakak sulungnya tiba di Los Angeles. Setelah dari mana-mana.

 

”Di Los Angeles ada cabe?,” tanya David pada adiknya: William Tran.

 

Dengan semangat, sang kakak menjawab: ada. Banyak.

David langsung menuju Los Angeles. Dari pantai timur ke pantai barat.

 

Cabe adalah dunia David. Dunia William. Dunia seluruh keluarganya.

 

Keluarga ini bisnis sambal di kampungnya. Di Soc Trang. Kecil-kecilan. Sang kakak yang menanam cabe. Si adik yang meramunya: cabe, cuka yg diuapkan, bawang, gula, garam.

 

Sambal itu diberi merk Sriracha. Asal kata itu dari Thailand. Nama kota kecil di pantai selatan. Yang 15 tahun lalu masih berstatus kecamatan.  Tidak jauh dari kota Pattaya. Kota Sri Racha.

 

Ada sambal yang enak di situ. Sampai menjadi julukan umum: sambal Sri Racha. Seperti sambal Cibiuk. Di tanah Sunda. Satu kecamatan di Garut. Siapa pun pembuatnya sambal seperti itu disebut sambal Cibiuk.

 

Saya pernah bermalam di Cibiuk. Di rumah penduduk desa. Saat jadi menteri dulu. Makannya nasi panas. Lauknya  ikan mas goreng. Dengan sambal Cibiuk. Bikinan tuan rumah. Asli Cibiuk.

 

Waktu masih di Vietnam sambal David belum diberi nama Sriracha. Hanya diberi merk: ayam jago. Hasil goresannya sendiri. Tapi sambal David lebih dikenal sebagai sambal Sriracha.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments