Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Waspada Investasi Tanpa Risiko!  Masyarakat Wajib Melek Informasi Keuangan Agar Terhindar dari Investasi Bodong 

Published

on

Dibaca normal 5 menit

SAMARINDA – Hukum sebab akibat wajib digenggam selalu oleh masyarakat. Terutama mereka yang hendak berinvestasi di sektor keuangan, jasa maupun barang. Sebab, tak ada investasi yang tak berisiko.

Di tahun ini saja, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat, terdapat 108 entitas atau perusahaan investasi yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat. Beberapa di antaranya disinyalir beroperasi di wilayah Kaltim.

Dari data itu, 39 di antaranya beroperasi di sektor Forex atau Future,19 di bidang Cryptocurency, 34 di sektor multi level marketing (MLM), dan 16 lainnya bergerak di beberapa bidang lainnya.

Bila berkaca data di tahun sebelumnya, Satgas Waspada Investasi mencatat ada 80 kegiatan yang masuk kategori investasi bodong. Satgas mencatat, sebanyak 30 entitas diketahui bergerak di investasi uang, 7 di investasi Forex, 7 di Cryptocurency, masing-masing 3 di investasi Broker dan properti.

Kemudian masing-masing 2 entitas bergerak di investasi aset manajemen, investasi saham, deposito berjangka, pelunasan utang, kredit mobil hingga di produk kecantikan.

Entitas lainnya yang patut diwaspadai yakni investasi alat kesehatan, arisan online, comemercial paper, distribusi sabun wajah, e-commerce marketplace, enterpreneurship, investasi emas, investasi pulsa, travel umrah, hingga investasi jasa teknologi.

Kewaspadaan Satgas Waspada Investasi tersebut tentunya bukan tanpa disertai alasan. Ya, berdasarkan data investasi bodong yang diungkap tim Satgas Waspada Investasi selama kurun waktu 2007-2017, tercatat kerugian masyarakat akibat investasi abal-abal mencapai 105,81 triliun.

Nilai tersebut diungkap di antaranya dari lembaga investasi Pandawa Group. Lembaga ini menjanjikan investasi 10 persen per bulannya. Investasi ini telah memakan korban hingga 549 ribu orang. Kerugiannya ditaksir hingga Rp 3,8 triliun.

Sebelumnya1 dari 5 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments