oleh

Ruang Tes CPNS Wajib Netral Tak Sembarang Orang Bisa Masuk, Diawasi Pakai CCTV

SANGATTA – Demi menjaga netralitas, ruangan saat tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kutim mendatang tidak diperbolehkan dimasuki sembarang orang.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Rudi Baswan mengatakan ruangan akan dijaga ketat, dengan penggunaan CCTV. Guna mencegah terjadinya kecurangan. Ia mengungkapkan tidak ada perizinan khusus bagi siapapun dengan bebas memasuki ruangan. “Tidak diizinkan masuk ke ruangan dengan leluasa, hanya peserta dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) saja yang boleh berada di dalam,” ujarnya saat coffee morning, Senin (24/9).

Dijelaskan olehnya, hal ini bertujuan untuk mencegah adanya oknum yang bisa mengganggu keberlangsungan proses tes. Pasalnya dalam tes apapun oknum yang biasa menjanjikan akan membantu, kerap menjamur.

“Jangan mudah percaya sama orang yang mengaku bisa membantu. Karena biasanya itu bohong,” ungkapnya.

Ia mengaku akan memantau dengan menggunakan CCTV, juga akan dipasang televisi di depan dengan tujuan agar semua dapat melihat. Selain itu, ia pun menegaskan bahwa tes CPNS Kutim resmi dengan hasil sendiri, tidak ada bantuan bahkan kebijakan apapun yang dapat meloloskan pelamar dengan mudah.

“Tidak ada yang bisa membantu, walaupun anak presiden, bupati, atau pejabat manapun, tidak ada dibantu. Tapi murni dengan tes sendiri,” tegasnya.

Hal itu dibenarkan oleh Sekda Kutim, Irawansyah. Dia meminta pada pelamar untuk bersikap jujur dan berusaha, tanpa mengharapkan bantuan siapapun. Terlebih sampai harus mengeluarkan biaya untuk memudahkan tes. Pasalnya cara seperti itu tidak dibenarkan.

“Iya tidak akan ada yang dibantu, murni tes sendiri, bahkan handphone dan jam tangan tidak boleh dibawa masuk,” tuturnya.

Pihaknya pun mengaku telah berupaya untuk mengangkat tenaga seperti Satpol PP, tenaga sosial, dan tenaga penting lainnya dengan formasi SMA untuk dimasukan ke dalam kategori peserta tes. Namun sepertinya hal itu menjadi angan semata. Karena hanya diploma dan sarjana saja yang diberi kesempatan.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares