oleh

Maju Caleg, Wartawan Diminta Mundur Dari Profesi Jurnalistik, Berpengaruh pada Netralitas

BONTANG – Pemilu legislatif (Pileg) 2019 menjadi ajang warga Indonesia mengajukan diri untuk menjadi wakil rakyat di tingkat legislatif. Baik di tingkat DPRD, DPR RI, maupun di DPD RI. Semua orang dari beragam latar belakang memiliki hak yang sama, termasuk bagi mereka yang berprofesi sebagai kuli tinta alias wartawan.

Namun begitu, wartawan tak bisa begitu saja maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) dalam pemilu. Melainkan, mesti mengundurkan diri dari profesinya sebagai wartawan terlebih dahulu.

“Untuk wartawan yang mencalonkan diri, mereka diwajibkan keluar dari profesinya sebagai wartawan. Karena mau tidak mau itu akan berpengaruh pada netralitas mereka,” terang Rachman Wahid, Seksi Kesejahteraan dan Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang.

Rachman menyebut, sudah ada imbauan dari Dewan Pers terkait aturan bagi wartawan yang terlibat dalam kegiatan politik. Dewan Pers menegaskan melalui Surat Edaran Nomor 02/SE-DP/II/2014 tentang Independensi Wartawan dan Pemuatan Iklan Politik di Media Massa dan Seruan Dewan Pers Nomor 01/Seruan-DP/X/2015 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan dalam Pilkada 2015.

Dalam surat edaran tersebut, Dewan Pers mengimbau wartawan yang maju dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada), Pileg, ataupun menjadi tim sukses segera nonaktif sebagai wartawan dan mengundurkan diri secara permanen. “Baik yang hendak maju sebagai caleg, kepala daerah, termasuk juga tim sukses atau tim kampanye dalam pemilu,” imbuh Rachman.

Hal ini menurut dia, juga berlaku pada semua pekerja media. Pasalnya bila merujuk kode etik jurnalistik, wartawan harus menjaga prinsip-prinsip kemerdekaan pers yang profesional dan bermartabat. Wartawan harus menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi berkualitas dan adil.

“Makanya Dewan Pers dan PWI mengimbau wartawan media itu melepas profesinya. Karena wujud kesertaan dalam kontestasi politik itu kan mempengaruhi netralitas dia sebagai wartawan,” bebernya.

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares