oleh

Oknum Pemilik Sarang Walet di Telihan Bandel Tidak Ada IMB, Sudah Disegel DPMTK-PTSP Dua Kali 

Awalnya segel dengan pelang, tetapi dibuka oleh pemiliknya, lalu kami segel dengan kunci gembok, dan tetap dibongkar pemiliknya,”

Syahrul

Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPMTK-PTSP Bontang

BONTANG – Bangunan usaha sarang burung walet yang disoal warga di RT 16 Kelurahan Gunung Telihan ternyata sempat disegel oleh Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang. Bahkan, penyegelan dilakukan sebanyak dua kali, namun karena pemilik bangunan atas nama Suyono termasuk “bandel” maka bangunan sarang burung walet itu tetap beroperasi.

Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPMTK-PTSP Bontang Syahrul, didampingi Pengolah Data Syahril mengatakan, tanggal 14 Agustus 2018 lalu sudah ada pengaduan masuk dari masyarakat yang ditandatangani sejumlah masyarakat lainnya. Jauh sebelum pengaduan itu, pihaknya juga sudah melakukan pembinaan kepada pemilik bangunan. “Awalnya segel dengan pelang, tetapi dibuka oleh pemiliknya, lalu kami segel dengan kunci gembok, dan tetap dibongkar pemiliknya,” terang Syahrul, Senin (24/9) kemarin.

Dijelaskannya saat sidak 23 Februari 2018 lalu, pihaknya bersama Satpol PP Bontang mengarahkan untukmembuat izin Surat Keterangan Tata Ruang (SKTR). Hasilnya, memang ditindaklanjuti oleh pemilik dengan mengurus perizinan SKTR. Namun ternyata, tanggal 12 Maret 2018 hasil SKTR keluar dan rencana pemanfaatan ruang sebagai rumah walet sub zona R-1 tidak diizinkan, namun rencana pemanfaatan ruang sebagai rumah tinggal dapat diizinkan. “Artinya untuk rumah waletnya atau sarang burung wallet tidak mendapat izin. Atas dasar itu, tentu bangunan tersebut tidak bisa memiliki IMB,” ujarnya.

Mendengar kabar tersebut lanjut dia, masyarakat pun melakukan komplain, tetapi setelah ditegur oleh DPMTK-PTSP Bontang tetap ada aktivitas walet. Masyarakat sekitar juga menginginkan eksekusi, tetapi Syahrul mengaku bahwa pihaknya harus berkoordinasi dengan tim teknis dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang, serta Satpol PP Bontang. “Sebenarnya, jika pemilih menghentikan fungsi bangunan sebagai sarang burung walet, maka warga sekitar tidak komplain, tetapi pemilik masih melakukan aktivitasnya. Pengaduan yang masuk ke kami pun dengan alasan mengganggu kesehatan,” ungkapnya.

Bagikan berita ini!
  • 10
    Shares