oleh

Dewan Ramai-Ramai Bersuara, Pertanyakan APBD Perubahan dari Silpa hingga Pendapatan Retribusi

“Fraksi PAN meminta pemerintah menjelaskan  rincian pos anggaran mana saja Silpa berasal. Jangan sampai sisa anggaran sangat besar ini merupakan Silpa yang bersumber dari belanja langsung yang notabene untuk kepentingan rakyat.” Muspandi (Ketua Fraksi PAN)

“Kami perlu penjelasan dari pemerintah atas penurunan PAD dari sumber-sumber lainnya seperti retribusi daerah turun 22,77 persen, bagi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan turun sebesar 9,83 persen.” Sarkowi V Zahry (Ketua Fraksi Golkar)

“Fraksi Partai Demokrat mempertanyakan penurunan di bagian retribusi daerah di mana hampir di semua lini retribusi daerah mengalami penurunan antara 21 persen sampai dengan 37 persen dari target yang telah ditetukan.” Jafar Haruna (Juru bicara Fraksi Partai Demokrat)

“Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari anggaran semula sebesar Rp 217,29 miliar berkurang sebesar Rp 21,35 miliar. Turun sebesar 9,83 persen. Hal ini menunjukkan hasil pengelolaan kekayaan daerah masih perlu terus ditingkatkan.” Edy Kurniawan (Anggota Fraksi PDI Perjuangan)

“Masih terlalu besarnya Silpa, menunjukkan banyak kegiatan yang tertunda. Bahkan tidak dapat dilaksanakan. Ini berarti, target yang telah ditetapkan, tidak terealisasi.” Ahmad Rosyidi (Juru bicara Fraksi PPP-NasDem)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyampaikan noda penjelasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018. Anggaran perubahan tersebut telah disepakati senilai Rp 10,13 triliun. Namun demikian, sejumlah pertanyaan dan kritikan ramai dilontarkan semua fraksi di DPRD Kaltim.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim, Muspandi mempertanyakan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) senilai Rp 541,26 miliar. Sebab sisa anggaran tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 341,26 miliar dari alokasi rencana APBD 2018.

“Kami meminta kepada pemerintah menjelaskan rincian pos anggaran mana saja Silpa itu berasal. Jangan sampai sisa anggaran sangat besar ini merupakan silpa yang bersumber dari belanja langsung yang notabene untuk kepentingan rakyat,” kata Muspandi, Selasa (25/9) kemarin.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares