Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Kolom Redaksi

Teguran dari Cincin Api

Published

on

Dibaca normal 7 menit

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post

BENCANA kembali menerpa negeri ini. Kali ini di kawasan Sulawesi Tengah (Sulteng), tepatnya di Donggala dan Palu. Malahan dua bencana berskala besar sekaligus menerjang saudara-saudara kita di sana. Gempa berskala besar, tak tanggung-tanggung mencapai 7,4 skala ritcher, memunculkan bencana lain yang tak kalah dahsyat, gelombang tsunami.

Berbagai akses terputus. Jalan, telepon, listrik, dan perhubungan udara mati total. Mengerikan benar, khususnya bila melihat rekaman dampak gempa dan detik-detik terjadinya tsunami yang sempat beredar viral dengan cepatnya melalui berbagai jenis aplikasi pesan dan media sosial.

Akibatnya, beberapa waktu sejak bencana terjadi pada menjelang Magrib waktu setempat, Donggala dan Palu, dua daerah ini terputus hubungannya dengan dunia luar. Tak ada yang tahu bagaimana kabar sanak kerabatnya di dua daerah tersebut. Termasuk berapa korban jiwa yang telah ditimbulkan dalam waktu sekejapan mata itu.

Keesokan harinya, Sabtu (29/9), baru tabir kegelapan perlahan tersingkap. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mencatat angka saudara-saudara kita yang terlepaskan nyawanya dalam momen mengerikan tersebut. Hingga tulisan saya ini dibuat, sebanyak 384 jiwa dinyatakan meninggal dunia. Sementara lima ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Jumlah korban ini masih bisa bertambah banyak, mengingat upaya evakuasi masih terus dilakukan. Pun demikian, masih ada daerah-daerah yang belum dapat diakses tim penyelamat. Berkaca dari tsunami di Aceh, 14 tahun silam, dari yang awalnya tercatat segelintir saja korban, lantas perlahan membengkak, bertambah hingga ratusan ribu korban meninggal.

Merinding, begitulah perasaan kita masing-masing mengetahui gempa dan tsunami ini. Apalagi saking kerasnya, getaran sampai terasa di Kaltim, termasuk di Bontang. Kepanikan warga terjadi di beberapa titik di Bontang, hingga membuat masyarakat berhamburan keluar dari kediamannya masing-masing. Bersyukur, hingga catatan ini diterbitkan, tak ada kerusakan atau korban jiwa di Bontang yang terdampak bencana ini.

Sebelumnya1 dari 6 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments