Breaking News

Elpiji Melon Masih Digunakan Pengusaha

SANGATTA – Penggunaan tabung gas tiga kilogram nampaknya belum tepat sasaran. Pasalnya, masih banyak dijumpai orang kaya menggunakan tabung melon tersebut.

Salah satunya pengusaha warung makan. Hasil pantauan Sangatta Post, masih banyak warung makan yang menggunakan tabung tiga kilogram. Tidak hanya satu tabung, melainkan beberapa tabung.

Salah satu pengusaha warung makan menuturkan, pihaknya menggunakan tabung bersubsidi tersebut lantaran terbilang murah dan terjangkau.

“Kalau yang besar lumayan harganya mahal, makanya kalau untuk jualan gunakan tabung tiga kilo,” kata Pm pengusaha di Sangatta Selatan.

Namun lucunya, mereka tak mengetahui jika adanya larangan menggunakan tabung tiga kilo bagi yang mampu. Hal itu dilakukannya dengan dasar ketidaktahuan, bukan kesengajaan. “Belum ada imbauan kepada kami kalau dilarang,” katanya.

Bila ditetapkan aturan tersebut, dirinya mengaku akan menaatinya. Akan tetapi wajib diterapkan kepada semua pengusaha. Tak pandang pilih. Siapapun yang melanggar wajib ditindak.

“Karena saya belum tau, ya tetap gunakan untuk usaha. Jika bisa dibuatkan imbauan tegas. Disebar kepada semua pengusaha,” katanya.

Misnah (41) Warga Sangatta Selatan menyayangkan hal itu. Pasrah katanya, elpiji masih terbilang sulit ditemukan di Sangatta Selatan. Jikapun ada, harganya  terbilang mahal. Yakni Rp 28 ribu-Rp 30 ribu.

“Saya masih bingung kenapa harga elpiji masih mahal sekali. Mungkin salah satunya karena kelangkaan itu,” katanya.

Memang, harga tinggi terjadi di pengecer. Masalahnya, di agen tak ditemukan. Elpiji langsung habis. Dengan begitu, terpaksa warga beli di pengecer.

“Kalau pemerintah memang peduli, pengecer juga dilarang. Kasihan kami warga miskin membeli elpiji dengan harga tinggi,” katanya.

Pemerintah pun diminta untuk tegas terhadap pengusaha. Siapa pun yang menggunakan elpiji tiga kilo.  Sesuai dengan janji Disperindag yang akan menindak tegas pengusaha maupun orang kaya yang menggunakannya.

“Kayaknya tak ada pergerakan lagi. Mungkin mereka kira sudah tidak mahal elpiji. Atau mungkin mereka kira tak ada pengusaha yang gunakan gas melon tersebut. Makanya cek lapangan. Gelar razia,” pintanya. (dy)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button