Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Lagi, Korban Gempa Palu Tiba di Bontang Setengah Badan Masih Terasa Goyang

Published

on

Dibaca normal 3 menit

BONTANG – Selama lima hari, sembilan orang korban gempa dan tsunami di Palu terlantar di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, Palu. Rombongan yang terdiri empat orang dewasa dan 5 anak-anak itu akhirnya tiba di Bontang dengan selamat. Namun karena merasakan langsung getaran bumi akibat gempa, salah seorang korban, Risna (53) bahkan masih merasa setengah dari badannya bergoyang jika sedang berdiri.

Kepada Bontang Post, Risna mengatakan saat gempa terjadi Jumat (28/9) lalu, dirinya sedang berada di rumah anaknya di Jalan Arif Rahman Hakim, Palu. Kala itu waktu menjelang magrib, Risna bersiap untuk salat magrib berjemaah di masjid bersama anak bungsunya Nisa Masita (18).

Namun, karena dirasa ingin buang air besar dan masih menunggu cucunya yang sedang mandi, niat itu diurungkan. Usai cucunya mandi, belum sempat memakai baju, gempa sudah mengguncang kota Palu.

“Kami enggak sempat lari, bukan tidak sempat tetapi tidak bisa. Alhasil, kami saling berangkulan bersama anak cucu di dalam rumah dan merasakan langsung guncangan gempa yang cukup dahsyat selama dua menit,” jelas Risna saat ditemui di kediaman anaknya di RT 34 Kelurahan Loktuan, Selasa (9/10) kemarin.

Dua menit yang terjadi, menurut Risna terasa seperti satu jam. Usai gempa mereda, barulah mereka berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Akhirnya, lapangan di depan kantor DPRD menjadi tujuan utama untuk berlindung. Barang-barang yang sempat terbawa hanya pakaian cucu-cucunya serta uang milik anaknya Azizul Rahman (31) sebesar Rp 500 ribu.

Namun saat sudah merasa aman lantaran berada di lapangan, para korban lainnya berteriak air tsunami akan datang. Sayangnya, Risna berpikir tak bisa lari karena membawa empat anak balita bersamanya. Akhirnya dia pasrah duduk sambil terus berzikir.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca