Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Dahlan Iskan

Fan Bingbin

Published

on

Dibaca normal 3 menit

Oleh: Dahlan Iskan

 

Fan Bingbing bisa cantik-cantik-galak di film X-Man. Tapi kini dia takhluk di depan petugas pajak. Bintang film cantiiiiiik-galaaaaak itu harus bayar denda. Berikut pokoknya. Nilainya mencapai box office: Rp 1,5 triliun!

Bayangkan! Bintang film harus bayar pajak Rp 1,5 triliun. Tepatnya  USD129 juta!

Kepala Fan Bingbing seperti terkena kungfu di tengkuknya yang merangsang itu!

Semua itu gara-gara satu postingan di medsos.

Yang dilayangkan bintang film juga. Atau tepatnya bintang TV. Anchor salah satu TV pemerintah di Beijing.

Namanya: Cui Yongyuan. Laki-laki. Umur 50 tahun.

Dalam postingan di Weibo itu Cui Yongyuan tidak menyebut nama Fan Bingbing. Tapi nadanya ke sana.

Postingan itu mengungkap kebiasaan di kalangan bintang film Tiongkok. Yang belakangan kian moncer. Kian banyak yang menembus Hollywood. Atau industri film Hongkong. Fan Bingbing salah satu success story. Honornya sudah di level A untuk bintang film Barat di Hollywood.

Semua itu berkat ekonomi Tiongkok yang kian berjaya. Daya beli masyarakatnya naik. Selera hiburannya juga lebih bervariasi. Film menjadi amat laris di Tiongkok. Termasuk film-film Hollywood.

Jenis film indoktrinasi sudah kurang laku. Dagangan komunisme sudah kalah dengan hedonisme. Termasuk yang disebarkan oleh Hollywood.

Kata anak saya: hampir semua film Hollywood kini melibatkan emosi Tiongkok. Bisa lewat salah satu bintangnya: bintang film Tiongkok. Bisa lewat lokasinya. Atau lewat sumber dananya.

Pasar film Tiongkok memang menggiurkan. Jumlah layar lebarnya mengalahkan seluruh layar lebar di Amerika. Box office kedua kini sudah diraih dari Renminbi. Diramalkan, dua tahun lagi, box office dunia sudah dari Negeri Panda.

Kalau jadi. Kalau Trump tidak ngamukan terus. Kalau Xi Jinping tidak memasukkan film Hollywood dalam tit-for-tat-nya. Dalam perang dagangnya. Atau perang benerannya.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments