Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Feature

Ratusan Anak Diberi Pengobatan Trauma, Hadiah, dan Camilan Aksi Relawan Kota Taman Bantu Korban Bencana di Palu (3)

Published

on

Dibaca normal 2 menit

Trauma sering kali terjadi kepada para korban yang merasakan langsung bencana alam baik gempa, tsunami, maupun kebakaran. Anak-anak, merupakan yang paling rentan mengalami trauma. Karenanya, tim relawan Bontang hadir memberikan trauma healing.

MEGA ASRI, Bontang

Sudah tiga hari 25 relawan Bontang melakukan aksi kemanusiaan di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Berbagai tindakan dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan kemampuan masing-masing relawan.

Setelah tim medis yakni para dokter dan perawat diapresiasi lantaran berperan dalam layanan kesehatan dan gawat darurat, kali ini aksi sosial dari salah satu relawan asal Bontang, Syaiful mendapat perhatian berbagai pihak.

Ipul, begitu pria ini karib disapa, merupakan relawan yang difokuskan kepada para anak korban bencana gempa dan tsunami Palu. Dia biasanya memberikan hiburan kepada para korban anak agar bisa melupakan kesedihannya bagi mereka yang sudah tak lagi memiliki saudara atau keluarga. Pun begitu bagi keluarga mereka yang masih utuh, namun harus kehilangan harta benda miliknya.

Pengobatan trauma atau trauma healing dilakukan di Lapangan Vatulemo Rumah Jabatan Wakil Bupati Palu. Awalnya sebanyak 75 anak yang mendapatkan assesment atau trauma healing. Namun ternyata jumlahnya bertambah menjadi 117 anak.

“Berbagai hadiah diberikan kepada anak-anak korban gempa dan tsunami,” jelas salah seorang relawan dari Humas Pemkot Bontang, Herman Baakel, Selasa (9/10) kemarin.

Dijelaskan, anak-anak usia sekolah diberikan hadiah berupa alat tulis. Sementara para balita mendapatkan hadiah berupa popok bayi. Untuk menambah kebahagiannya, mereka diberikan camilan juga cokelat. “Anak-anak sangat menikmati dan melupakan sejenak peristiwa bencana yang mereka alami,” ujarnya.

Trauma healing ini merupakan dukungan psikososial bagi para anak korban bencana alam. Layanan tersebut perlu dilakukan secara rutin, agar anak-anak benar-benar terbebas dari rasa takut dan trauma. Namun demikian, kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca