Bontang

Aktivitas Bongkar Muat Ikan Terganggu 

BONTANG – Kebakaran yang melanda kawasan Tempat Hiburan Malam (THM) Prakla berdampak pada aktivitas bongkar muat ikan yang ada di dermaga pelabuhan Kelurahan Berbas Pantai. Pasalnya, para nelayan sekitar mesti membuat dermaga sementara untuk tetap dapat beraktivitas.

Padahal sebelum kebakaran, aktivitas bongkar muat bisa dilakukan dengan leluasa. Serta bisa diakses menggunakan mobil. Namun sejak terbakar dan mengalami rusak parah, para nelayan sekitar harus membuat dermaga sementara. Akses kendaraan yang bisa masuk pun hanya sepeda motor.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Syamsu Wardi mengatakan, musibah kebakaran tersebut berpengaruh terhadap geliat perekonomian masyarakat.

Untuk itu, dermaga tersebut perlu direhabilitasi agar perekonomian masyarakat sekitar bisa kembali normal. “Kegiatan rehabilitasi ini sudah diajukan di anggaran perubahan. Rehabilitasi ini juga merupakan instruksi langsung dari ibu wali kota Bontang,” ujarnya saat dikonfirmasi Bontang Post, Selasa (9/10) kemarin.

Nantinya, kata Syamsu, dermaga Berbas Pantai tersebut tidak hanya direhabilitasi. Melainkan juga akan dipercantik sedemikian rupa sehingga bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Taman.

Bahkan, di dermaga yang baru nanti, kapal juga akan lebih aman ketika akan bersandar. Sehingga nantinya bisa juga dimanfaatkan untuk tempat keberangkatan wisata seperti ke beras basah, segajah, ataupun lokasi lainnya yang ada di perairan laut Bontang.

“Akses jalannya juga akan dibuat satu arah secara memutar. Sehingga ketika kendaraan masuk dari arah kiri, keluarnya memutar melewati arah kanan. Satu jalur, tidak lagi untuk akses keluar masuk,” ucapnya.

Ditanya soal konstruksi yang akan digunakan, Syamsu Wardi menyebut pemerintah tetap memilih opsi mengunakan kayu. Pasalnya kayu dinilai lebih kuat dan efektif ketimbang beton.

“Jika menggunakan konstruksi beton, air akan lebih mudah mengendap di beton tersebut. Berbeda dengan kayu yang memiliki selah-selah sehingga air tidak mudah mengendap.” tukasnya. (bbg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button