Kaltim

Pemkot Samarinda Siap Fasilitasi Pangan dan Tempat Tinggal 

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan para pengungsi dari Sulawesi Tengah (Sulteng) akan diperlakukan seperti tamu. Meski tidak dikumpulkan dalam satu titik, namun pihak pemkot akan memonitor bantuan berupa makanan dan tempat tinggal.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda, Ridwan Tassa membenarkan, untuk saat ini para pengungsi memang tinggal bersama keluarganya. Namun, apabila ada pengungsi yang tidak memiliki tempat tujuan, maka pihak pemkot siap menyediakan tempat tinggal.

Kan ada gedung KNPI lama, Gor, dan gedung cabor di Polder. Kalau tidak terlalu banyak ada asrama atlet Gor Sempaja juga bisa,” tutur dia, Selasa (9/10) kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin berkata, pihaknya hanya berpikir alangkah jauh lebih baik jika para korban gempa tinggal dekat dengan keluarganya.

“Jika didekatkan bersama keluarganya, diharapkan akan cepat memulihkan trauma psikis yang dialami oleh para pengungsi,” beber dia.

Kendati demikian, ia meyakinkan, pemkot tidak akan tutup mata. Apabila rumah keluarga korban gempa dirasa tidak sanggup lagi menampung pengungsi. Pemkot sendiri telah menyediakan tempat tersendiri.

“Kami telah menyediakan venue di Polder air hitam. Di sana kan ada asrama atlet dan ada kamar-kamarnya. Rencananya akan kami tempatkan di sana. Apabila tidak cukup, kan masih ada Gor. Cuma masih kami upayakan tinggal di tempat penduduk agar proses pemulihannya cepat. Agar tidak berasa kalau mereka pengungsi, makanya kami tempatkan di tengah-tengah masyarakat dan saudaranya. Yang tidak memiliki keluarga juga akan kami tempatkan di sana,” ungkap dia.

Namun untuk saat ini, Sugeng meyakinkan, bahwa rata-rata korban gempa yang datang ke Kota Tepian memiliki keluarga. “Justru mereka datang ke sini karena ada keluarganya,” kata dia.

Sedangkan mengenai masalah konsumsi, agar tidak memberatkan keluarga korban gempa, pemkot sendiri akan menyediakan makanan berupa prasmanan. Akan disediakan untuk makan selama tiga hari sekali.

“Saat ini kami coba sistem seperti ini dulu untuk satu atau dua bulan. Untuk ke depannya kita lihat lagi,” ujarnya. (*/dev)

DATA PENGUNGSI BENCANA SULTENG

TEMPAT TINGGAL               JUMLAH

Palaran                                     21
Sungai Pinang                           32
Talang Sari                               13
Pelabuhan                                 20
Sungai Kapih                            7
Sidodadi                                   3
Air Hitam                                 11
Loa Bahu                                 6
Belum Diketahui                       17

Total                                        130

Sumber Data: Dinsos Samarinda

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button