Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Jatah Penerbangan Kutim Berkurang Dishub Sebut karena Pemotongan Subsidi BBM

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Penerbangan perintis milik Pemkab Kutim di Bandara Tanjung Bara Sangatta, Kutim, kini semakin terbatas. Makin sedikit penerbangannya. Semula lima kali sepekan, kini hanya menjadi dua kali.

Hal ini membuat antrean warga membludak. Sebab, warga Kutim yang umumnya merupakan pendatang, memiliki kebiasaan bepergian di akhir pekan.

Lantas, ketika penerbangan tersebut dikurangi jadwal penerbangannya, warga terpaksa menggunakan jalur darat. Bangku pesawat yang hanya tersedia untuk 10 orang akhirnya hanya dikuasai masyarakat tertentu.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang sudah meminta hal ini untuk menjadi perhatian Dinas Perhubungan Kutim. Kasmidi meminta agar Dishub berupaya melobi ke pemerintah pusat agar diberi kelonggaran untuk mendapat tambahan jadwal penerbangan.

“Kami sudah upayakan. Saya juga tidak sepakat dengan hal ini. Sebab, penerbangan perintis tersebut merupakan kebutuhan yang perlu bagi warga. Jangankan dua kali, yang dulunya lima kali sepekan saja sudah begitu terbatas bagi warga Kutim yang jumlahnya sangat banyak,” kata  Kasmidi menyayangkan.

Sekretaris Dishub Kutim, Teguh BS mengaku, kebijakan tersebut merupakan permintaan pemerintah pusat. Mungkin ada beberapa pertimbangan. Pasalnya, tak hanya penerbangan perintis dari Sangatta saja, daerah lain juga merasakan serupa.

“Tapi, kami akan ikuti arahan kepala daerah untuk meminta kepada pemerintah pusat supaya diberi kelonggaran untuk warga Kutim. Sebab, menggunakan pesawat perintis akan membuat hemat waktu dan biaya,” kata dia.

Kepala Bidang Hubungan Udara, Khairuddin mengatakan, pengurangan jadwal penerbangan pesawat perintis lantaran adanya pengurangan subsidi dari kementrian. Hal ini berlaku untuk seluruh Indonesia.

“Keluar SK Menteri 183. Tentang pengurangan BBM. Subsidi bantuan BBM. Jadi sekarang  dua kali aja, yang sebelumnya  lima kali,” katanya.

Kemungkinan katanya, hal ini terjadi hingga akhir tahun. Pihaknya mengusahakan agar kembali normal seperti biasa di awal 2019.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca