Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Beras Basah, Segajah, dan Gelembung Abadi

Published

on

Dibaca normal 5 menit

OBJEK wisata merupakan salah satu yang paling dikenal dari suatu daerah. Tak terkecuali Bontang yang turut memilikinya. Beras Basah dan Segajah, merupakan dua pulau wisata yang namanya akan langsung diasosiasikan dengan Bontang.

Berada di wilayah perairan Bontang, alkisah kemunculan dua pulau tersebut berawal dari gelombang. Dalam hal ini, pasir-pasir yang terbawa gelombang kemudian menepi hingga membentuk pulau.

Jafar selaku staf Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang mengatakan, kemunculan Pulau Beras Basah diperkirakan lantaran fenomena alam pergerakan pasir. Yaitu berasal dari pasir yang naik saat gelombang angin selatan dan ekornya ke utara.

“Begitu pun sebaliknya. Maka pasir akan berkumpul menjadi pulau,” tutur Jafar.

Meski begitu, legenda dan cerita rakyat turut menjadi “bumbu” sejarah terciptanya pulau yang paling banyak dikunjungi wisatawan yang datang ke Bontang. Salah satu legenda menceritakan, keberadaan Beras Basah, tak lepas dari permukiman atas air Bontang Kuala. Dituturkan, konon dahulu banyak warga Bontang Kuala yang membuang nasi ke laut.

Hingga suatu ketika, nasi-nasi yang dibuang tersebut menangis dan berkumpul di Beras Basah. “Sehingga dari situ muncullah nama Beras Basah. Bahkan pohon-pohon kelapa yang ada di Pulau Beras Basah itu ditanam oleh orang Bontang Kuala,” jelas Jafar.

Pada cerita lain, nama Beras Basah itu tercipta karena dahulu sempat ada kapal pembawa beras yang tenggelam di sekitar pulau. Beras-beras yang ikut terjatuh itu kemudian dikeringkan atau dijemur di atas pasir putih.

Disebutkan Jafar, dahulu Beras Basah terbilang berukuran cukup besar. Namun semakin hari semakin tergerus gelombang laut. Hingga akhirnya PT Badak NGL membangunkan turap untuk menahan ombak pada 2003. “Saat ini luasnya tinggal satu hektare saja. Makanya harus segera diselamatkan,” ungkapnya.

Sebelumnya1 dari 4 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments