Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Kuatkan Persatuan, Usung Tema Nusantara  Ratusan Wanita Senam Massal di HUT Kutim 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Memperingati HUT Kutim ke-19, sekira kurang lebih 260 wanita melakukan senam massal di halaman kantor bupati pada Jumat (12/10).

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kutim, Tirah Satriani menuturkan, tujuan adanya senam massal ini adalah untuk menyehatkan tubuh. Pasalnya setiap orang harus berolahraga agar memiliki kekuatan.

Di sisi lain, ia juga ingin mengajak kaum hawa untuk semakin aktif mensukseskan gerakan menuju masyarakat yang sehat. Dengan cara bergerak minimal 30 menit setiap hari.

Istri wakil bupati ini menyebutkan ada sekira 23 hingga 24 organisasi kewanitaan yang berpartisipasi. Masing-masing di antaranya mendelegasikan 10 orang. Sehingga mencapai 240 orang di dalamnya.

AGAR SEHAT: Ratusan wanita sedang melakukan gerakan senam di halaman kantor bupati.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Di antaranya ialah Srikandi, Alhidayah, Perisda, IKB, Periska, IWSS, HWK, DYK, GOW, Kompak, Pernita Stiper, DWP, WKRI, Posyandu, Bhayangkari, Persit, Jala senastri, Fatayat, Perwira, IIPG, KPPG, Aisyiyah dan WPP.

“Nah itu ditambah lagi 20 orang instruktur yang asli dari Kutim. Semuanya anggota GOW juga,” katanya.

Tirah menjelaskan pola latihan yang dilakukan terbagi atas dua tim, dengan kurun waktu kurang lebih dua minggu lamanya. Sengaja ia pilih tema nusantara agar dapat memperkuat satu-kesatuan warga Kutim yang notabenenya berbeda suku.

“Tujuannya senam ini selain untuk kesehatan juga untuk menghibur dalam persembahan HUT daerah. Kita hidup di sini harus memberi yang terbaik bagi Kutim,” tegasnya.

Baginya, perempuan harus bisa lebih mandiri. Tidak bergantung terlebih dalam menyelesaikan hal kecil. Sehingga dalam GOW ia selalu menegaskan, agar perempuan Kutim bisa berkreasi dalam bidang apapun.

“Kami akan memberi persembahan lain lagi nanti. Ini bukti bahwa wanita di Kutim itu hebat,” ujarnya. (*/la)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca