Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Dahlan Iskan

Pra-Wedding di Sudut-sudut Sumba

Published

on

Dibaca normal 3 menit

Oleh: Dahlan Iskan

Saya ke Sumba lagi. Tidur di padang savana lagi. Lagi-lagi ke Sumba.

Minggu lalu adalah ‘minggu loncat-loncat’ bagi saya. Dari Surabaya ke Bali. Dari Bali ke Sumba. Dari Sumba ke Kupang. Dari Kupang ke Lombok. Dari Lombok menyeberang ke Sumbawa. Dari Sumbawa Besar menyeberang ke Tambora. Dari Tambora ke Bima. Dari Bima ke Jakarta. Dalam lima hari. Yang memakan energi.

Dalam pesawat menuju Sumba saya bersebelahan dengan notaris muda. Asal Jakarta. Saya tawarkan agar teman wanitanya menduduki kursi saya. Agar tidak terpisah dengan si cantik itu.

”Gak usah pak Dahlan. Saya senang di sebelah bapak,” katanya.

Si cantik itu ternyata calon istrinya. Belum pernah ke Sumba. Tapi foto-foto pra-weddingnya akan dibuat di Sumba.

Saya bangga dalam hati. Sumba sudah jadi pilihan untuk foto pra-wedding. Hidup Sumba tercinta!

Pra-wedding begitu pentingnya sekarang ini.  Sampai harus mencari lokasi yang ‘tidak biasa’.

Notaris itu akan lima hari di Sumba. Bersama tim fotografer, manajemen event, penata mode dan juru rias.

Inilah lokasi yang dipilih:

Pantai Tarimbang, Bukit Tenau, Bukit Warinding, Landeha,  Savana Kambera, pohon gede Laipori, Walakiri dan Bukit Bersaudara.

Wow! Semua itu di Sumba Timur. Tidak memasukkan Nihi Sumba.

Foto pra-wedding di Sumba ternyata memang lagi ‘in’. ”Sepanjang minggu selalu ada yang ke sini. Pilih waktu senja. Saat laut lagi surut,” ujar penjual kelapa muda di pantai Laipori.

Saya terpaksa mampir ke pantai ini. Ingin tahu daya tariknya. Sambil minum air kelapa. Sambil makan ampyang: kue gula kelapa yang ditaburi kacang.

Pantai itu surutnya jauh. Dasar lautnya yang luas ditinggalkan airnya. Tapi masih ada genangan-genangan di sana-sini. Di sela-sela batu koral.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments