Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Kolom Redaksi

Jaga Bontang Terus Berkembang

Published

on

Dibaca normal 3 menit

Lukman M, Redaktur Bontang Post

JUMAT (12/10) lalu merupakan hari yang berbahagia bagi kota kita tercinta Bontang. Pasalnya di hari itu, kota bersemboyan “Bessai Berinta” ini merayakan hari jadinya ke-19 sebagai kota otonom. Tanpa terasa dua dekade minus satu tahun sudah Bontang berdiri secara mandiri dalam hal pemerintahan daerahnya.

Sejak menjadi kota yang “merdeka”, beragam pembangunan telah dilakukan di Bontang. Perlahan, kebutuhan-kebutuhan daerah meliputi fasilitas-fasilitas untuk masyarakat, mulai dari perhubungan, kesehatan, dan pendidikan dibangun satu per satu. Hasilnya pun bisa dilihat sekarang ini, Bontang mengalami perkembangan yang begitu pesat dalam berbagai sektor.

Bicara perkembangan Bontang, tentu kita akan bernostalgia tentang bagaimana kondisi daerah ini puluhan tahun yang lalu. Sebagai putra Bontang yang lahir di era 80-an, saya sempat merasakan betapa kawasan ini dahulu begitu dipenuhi hutan dan rawa-rawa. Tak banyak yang bisa ditemukan di kota ini selain pergerakan industri melalui dua perusahaan raksasa yang menjadi denyut kota kala itu.

Namun kini, Bontang boleh berbangga. Walaupun belum mampu mandiri sepenuhnya, sudah banyak kebutuhan masyarakat yang dapat dihasilkan sendiri melalui beragam potensi ekonomi. Sudah banyak hal yang bisa ditemukan di kota ini melalui beragam potensi pariwisata yang dimiliki. Permasalahan-permasalahan di masa lalu, perlahan telah mampu diatasi oleh pemerintahannya.

Ya walaupun permasalahan-permasalahan itu belum terselesaikan sepenuhnya, katakanlah air bersih dan kelistrikan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, namun sudah ada proses yang berjalan dalam penanganannya. Tentu semua itu tidak akan bisa terselesaikan bila tidak dilakukan pembangunan di berbagai bidang.

Kini di usianya yang ke-19, pekerjaan rumah bagi Pemkot Bontang bukan lagi tunggal. Bukan lagi lagi bicara hari ini dan besok, melainkan sudah harus bicara puluhan tahun ke depan. Ya, potensi migas yang semakin mengecil, membuat Pemkot Bontang harus mencari potensi-potensi lain untuk bisa terus menggerakkan dan menghidupkan kota ini. Defisit yang terjadi belakangan, merupakan alarm bahwa Kota Taman nyatanya masih belum aman.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments