Jaga Bontang Terus Berkembang

Potensi-potensi ekonomi baru memang sangat penting untuk dipikirkan demi mengisi pundi-pundi pendapatan daerah. Entah itu potensi pariwisata, perikanan, atau ekonomi kreatif lainnya. Karena akan sulit bila hanya mengandalkan migas. Terlebih, para “peramal” sudah menyebut betapa potensi-potensi sumber daya alam tak terbarukan itu kini tinggal menghitung tahun saja.

Menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, untuk bisa segera merealisasikan setiap potensi tersebut ke dalam wujud konkret yang memang bisa menghasilkan. Jangan lagi sebatas retorika atau angan-angan belaka. Karena bila solusi pascamigas ini belum juga terbentuk sementara potensi migas telah habis, kota ini mau “makan” apa?

Seakan belum cukup, rencana pemerintah pusat terkait pipanisasi gas alam, bisa semakin mempercepat usia stok migas Bontang untuk bisa bertahan. Ancaman “kematian” Bontang akan jadi lebih cepat, bila kota ini tidak segera “diobati” melalui penciptaan sumber-sumber pendapatan lainnya. Karena kalau sudah menjadi kota mati, maka sia-sia saja perkembangan yang dilakukan selama ini.

Ketika industri sudah mati dan tidak ada lagi pergerakn ekonomi, masyarakat tentu akan berpikir untuk tetap berada di Bontang. Migrasi atau perpindahan besar-besaran warga keluar Bontang ke daerah-daerah lain yang menjanjikan, tentu sangat berpeluang terjadi. Bila sudah demikian, takkan ada lagi kehidupan di kota ini. Imbasnya sebagaimana yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Bontang menjadi kota mati.

Kalau benar Bontang menjadi kota mati, dan tentunya kita semua tidak berharap demikian, maka perkembangan kota selama tahun-tahun pembangunan yang lalu, sekarang, dan akan datang menjadi sia-sia belaka. Perubahan status Bontang menjadi kota otonom juga tak akan ada artinya. Kebanggaan selama beberapa tahun terakhir ini tiada berguna.

“Ramalan” ini tentu harus dipikirkan oleh kita semua masyarakat Bontang, bukan Pemkot Bontang semata. Karena kerja keras pemkot tak akan berdampak apa-apa bila masyarakatnya tidak memberi dukungan. Apalagi Wali Kota Bontang sekarang ini, Neni Moernieaeni atau yang karib disapa “Bunda”, sudah memiliki sederetan program menuju Bontang JAGO, demi menghadapi pascamigas.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept