Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Masih 50 Persen, Serapan Belanja Langsung Belum Maksimal  Terkendala Progres Proyek di Lapangan 

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda patut waswas. Meski secara keseluruhan serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sudah mencapai 62 persen, serapan anggaran belanja langsung belum terlalu maksimal, yakni masih berkisar di angka 50 persen. Padahal, tersisa kurang lebih tiga bulan menjelang akhir tahun.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Toni Suhartono, lambatnya serapan anggaran tersebut lantaran pembayaran semua kegiatan berdasarkan progres proyek. Dan proses lelang disebut menjadi salah satu alasan lambatnya progres tersebut karena memakan waktu hingga satu bulan.

“Terkadang proses lelang juga menjadi kendala, karena akan memakan waktu lagi sebelum proyek dilaksanakan. Apalagi target proyek kebanyakan berakhir di bulan November dan Desember. Makanya serapan anggarannya agak lambat,” ujarnya, belum lama ini.

Ia mengatakan, apabila progres proyek di lapangan baru mencapai  80 persen, maka pembayarannya pun akan menyesuaikan. Tidak bisa langsung dibayar semua. “Yang jelas proses pembayarannya tergantung pada progres di lapangan,” tutur dia.

Sedangkan untuk belanja tidak langsung, Toni berkata, tidak ada kendala. Karena serapan anggarannya nyata dan dilakukan setiap bulan. “Kalau belanja tidak langsung itu kan seperti pembayaran gaji, perjalanan dinas, dan keperluan kantor lainnya yang selalu terjadi tiap bulan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Toni mengatakan, selain belanja tidak langsung, serapan anggaran yang lancar dan tidak mengalami masalah adalah alokasi anggaran khusus (DAK) dan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim. Hingga kini serapan anggarannya sudah mencapai 75 persen dari target 95 persen.

Di sisi lain, Toni menjelaskan, dana bankeu turun secara bertahap dan yang mejadi kendala adalah apabila serapan anggaran tahapannya tidak dilakukan secara maksimal. Maka dana bankeu dan DAK terancam tidak akan diturunkan lagi.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments