Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Terkait Kasus yang Menimpa Alphad Syarif, KPU Diminta Tak Gegabah 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Kasus yang menimpa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif bakal berbuntut panjang. Pasalnya, jika kasus tersebut berakhir di pengadilan dan diproses hingga inkrah, maka akan mengancam pencalonannya sebagai anggota legislatif di Kota Tepian.

Namun demikian, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim, Saipul menegaskan, kasus yang menimpa pimpinan dewan tersebut tidak langsung berimbas pada pencalonannya sebagai anggota legislatif. Sebab diperlukan tahapan panjang bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merespons kasus itu.

Salah satunya, pencoretan dari pencalonan memerlukan syarat adanya keputusan inkrah dari pengadilan. “Kalau kasus itu benar, nanti dilihat dulu tahapan-tahapannya. Kalau misalnya berproses, ada tahapan menjadi tersangka. Jadi waktunya masih panjang,” katanya, Sabtu (13/10) kemarin.

Saipul menyebut, apabila kasus Alphad telah inkrah, maka yang bersangkutan dapat disebut sebagai salah satu calon yang tidak lagi memenuhi syarat pencalonan. “KPU bisa memprosesnya. Menghapusnya dari daftar calon. Karena di situ calon itu gugur atau tidak memenuhi syarat lagi,” ucapnya.

Tetapi jika kasusnya masih berproses di pengadilan, maka KPU diminta menunggu tahapan kasus itu diproses hingga inkrah. “Yang jelas proses ini masih panjang. Ditunggu dulu putusannya. Kalau sekarang, kasus itu masih terlalu dini untuk direspons KPU atau Bawaslu,” tuturnya.

Terkait itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, Ramaon Dearnov Saragih memilih irit beribicara. Dia mengatakan, terlepas dari kabar penangkapan tersebut, lembaga yang ia pimpin baru bisa mengambil keputusan ketika sudah ada putusan dari pengadilan.

“Kalaupun dia (Alphad, Red.) sudah ditetapkan sebagai tersangka maupun terdakwa, itu tidak akan berpengaruh terhadap DCT-nya. Itu akan berpengaruh ketika ada putusan inkrah dari pengadilan,” kata Ramaon, Jumat (12/10) lalu.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments