Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Masuki Masa Kampanye, Kutim Sepi APK Larangan Pemasangan di Empat Tempat

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SANGATTA – Memasuki masa kampanye, di Kutim nampaknya masih tergolong sepi Alat Peraga Kampanye (APK). Bahkan milik calon legislative (caleg) asli daerah belum ada yang terpajang di ruas jalan.

Hal itu diterangkan oleh Komisioner Bawaslu Kutim, Budi Wibowo. Menurutnya hal tersebut disebabkan belum adanya desain yang diserahkan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mengakibatkan pesta demokrasi tergolong senyap.

“Di sini masih sepi, tidak seperti di kota lain layaknya Samarinda. Di sana sudah banyak terpampang APK milik caleg. Di sini juga malah lebih banyak milik provinsi,” paparnya saat disambangi di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan perihal larangan pemasangan APK, yakni tidak diperkenankan di tempat ibadah, kawasan pendidikan, kesehatan, maupun wilayah pemerintahan.

“Sesuai aturannya, APK tidak boleh dipasang di masjid, gereja, vihara, pura dan lainnya, dilarang juga di area sekolah, rumah sakit dan kantor pemerintahan,” tandasnya.

Budi mengimbau pada seluruh parpol agar segera menyerahkan desain kepada KPU, supaya segera ditetapkan. Selain itu pula, dirinya meminta pada KPU segera menetapkan desain dan jadwal kampanye.

“Buatlah pesta demokrasi ini meriah agar Kutim semarak. Bagi teman-teman peserta juga sudah boleh menggunakan haknya, untuk mulai memasang APK yang penting sesuai tempat,” pungkasnya.

Sejumlah upaya dilakukan oleh pihaknya, salah satunya dengan melibatkan panwascam agar mendata area mana saja yang diperbolehkan untuk pemasangan.

“Bahkan kami sudah meminta pada panwascam untuk mengecek titik mana saja yang harus dipasang, tapi sampai sekarang masih belum ada,” tuturnya.

Hal tersebut ia tegaskan guna memudahkan dalam mengawasi segala pergerakan kegiatan. Terlebih jika didapati pelanggaran. Pasalnya, jika tidak ada penetapan dalam desain oleh KPU, maka Bawaslu tidak dapat menindak segala pelanggaran apapun.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments