Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Banyak Warga Enggan Divaksin? Hingga Oktober Realisasi Vaksin MR Baru 62 Persen

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Program imunisasi measles rubella (MR) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda ternyata belum sepenuhnya diikuti masyarakat. Buktinya, sejak program itu disosialisasikan dan dijalankan beberapa bulan lalu, warga yang melakukan imunisasi baru 68 persen dari target semula 90 persen per 31 Oktober ini.

Jika merujuk pada data itu, artinya sampai pekan ketiga Oktober baru ada 139.818 warga Kota Tepian yang mengikuti program imunisasi. Padahal Dinkes setempat menargetkan melakukan imunisasi sebanyak 206.287 jiwa.

Kepala Dinkes Samarinda, Rustam mengatakan, walaupun capaian masih terbilang rendah namun capaian tersebut masih lebih baik jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Kaltim.

“Memang Samarinda bisa dikatakan masih jauh dari target yang ditentukan oleh pusat, tapi paling tidak kita masih mending karena ada daerah lain yang bahkan capaiannya belum mencapai 50 persen,” tutur Rustam, belum lama ini.

Ia menyebut, bahwa rendahnya capaian ini lantaran masih banyak orang tua siswa yang melakukan penolakan, karena vaksin MR belum memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Meskipun MUI telah menyatakan mubah, namun nyatanya fatwa tersebut masih memperkenankan orang tua siswa memilih apakah ingin memvaksinkan anaknya atau tidak. Padahal, selama ini vaksin-vaksin yang ada pun belum memiliki sertifikat halal.

“Padahal vaksinasi ini diperlukan untuk melakukan pencegahan. Namun, karena kasus rubella bisa dikatakan masih minim, jadi vaksin ini masih dianggap tidak perlu dilakukan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, vaksin ini perlu dilakukan karena ada kekhawatiran bahwa MR dapat mewabah. Karena, meski kasusnya masih terbilang kecil, namun hal tersebut tidak mengurangi indikasi bahaya yang dapat ditimbulkan nantinya.

“Anggap saja ada sekian persen anak-anak yang belum divaksin. Jika yang beberapa persen ini menyebabkan MR mewabah, maka vaksinnya akan diulang dan itu memerlukan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments