Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Bukan Gaji Tetapi Status Hukum Pandangan DPRD Terkait Tuntutan Forum TK2D

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Pemkab Kutim yang belum lama ini berunjukrasa menuntut kesejahteraan gaji, terus jadi perhatian. Anggota Komisi A DPRD Kutim, Agusriansyah Ridwan menilai, saat ini sebaiknya TK2D maupun pemkab jangan terfokus masalah gaji. Sebab, hal itu bukan masalah utama sehingga terjadi keributan yang melebar saat aksi unjuk rasa TK2D beberapa waktu lalu.

“Masalah utama sebenarnya adalah status hukum TK2D di pemkab. Mereka tidak termasuk pada unsur pekerja pemerintah dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Yang tercatat dalam UU tersebut hanya PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja),” kata Agus.

Dia menyarankan, Forum TK2D yang menggerakkan aksi demonstrasi tersebut mungkin sebaiknya lakukan musyawarah terlebih dahulu. Kemudian, bisa melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Mereka bisa minta advokasi ke DPRD untuk menggugat UU ASN,” lanjutnya.

Mantan guru ini mengatakan, UU ASN seakan tak berarti. Ditilik dari pola penggajian, TK2D digaji menggunakan dana perimbangan dari pusat, yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Karenanya, hal ini perlu dikaji secara mendalam.

Sebelumnya, Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, rasionalisasi TK2D yang saat ini jumlahnya sekira 7.000 orang, hanya sekedar isu. Justru, saat ini pemkab sedang mengevaluasi melalui tim khusus.

“Tuntutan mereka (TK2D) yang meminta kenaikan gaji, tentu harus melalui banyak pertimbangan, sebab anggaran terbatas,” ungkap lelaki yang karib disapa Ismu itu, usai rapat koordinasi, pekan lalu.

Dia menegaskan, seandainya terpaksa dirasionalisasi, maka itu dilakukan hanya kepada TK2D yang tak pernah masuk.

“Beberapa TK2D dari kecamatan yang jauh akan berkunjung ke Sangatta menemui saya untuk berdiskusi membahas nasib mereka. Kami akan menilai juga mereka yang bertugas di pelosok, apakah sudah produktif semua,” katanya. (dy)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments