Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Dahlan Iskan

Tesla Sepeninggal Wajahnya

Published

on

Dibaca normal 3 menit

oleh Dahlan Iskan

”This is incorrect.”

Tiga kata saja. Itulah isi twitter Elon Musk. Kamis lalu. Menanggapi berita di koran Inggris, Financial Times.

Isi berita itu: Elon Musk akan digantikan James Murdoch. Sebagai CEO Tesla. Setelah Elon Musk meletakkan jabatan.  Akibat perselisihannya dengan otoritas pasar modal di New York.

James Murdoch memang kontroversial. Seperti juga bapaknya: Rupert Murdoch. Konglomerat media terbesar di dunia itu.

Bantahan lewat twitter itu bisa mewakili perasaan banyak penggemar Tesla. Atau pembeli saham Tesla di pasar modal.

”James Murdoch belum kelasnya Elon Musk,” begitu umumnya komentar di media sosial.

Tesla memang Elon Musk. Elon Musk adalah Tesla. Ia pulalah ideolog Tesla. Ia adalah wajah Tesla.

Elon Musk memang fenomenal. Perusahaan mobil listrik ini langsung bisa mengalahkan Ford. Dalam valuasi perusahaan. Ibarat manusia Tesla adalah bayi. Didirikan tahun 2003 lalu. Ford adalah orang tua. Didirikan tahun 1903. Sang bayi sudah mengalahkan orang tua.

Elon Musk dipuja.

Tapi semua genius ada anehnya. Demikian juga Elon Musk. Keanehan itu memuncak setelah Tesla model S3-nya tidak sesuai rencana. Telat. Tidak bisa memenuhi pemesanan sesuai jadwal. Padahal sudah banyak yang membayar uang muka.

Tapi minggu pertama Oktober ini problem itu tampak teratasi. Tanggal 1 sampai 7 Oktober lalu sudah bisa diproduksi 3.700 tesla Model-3. Hampir mencapai target 5.000 perminggu.

Bahkan kalau digabung dengan  Tesla type lain produksi minggu pertama Oktober ini mencapai 11.500.

Persoalan teknis di pabriknya sudah teratasi. Sayang Elon Musk keburu emosi. Kurang tahan dibully.

Memang sejak ada persoalan teknis di pabrik Model 3 itu  Elon Musk sering jadi sasaran tembak. Jadi obyek meme. Jadi bahan ejekan.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments