Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

ASTAGA!! Pasutri Kompak Jadi Jambret

BONTANG – Polisi terus menabuh genderang perang terhadap para pelaku penjambretan yang meresahkan warga. Dalam upaya tersebut, pasang suami istri (pasutri) ditangkap lantaran sering menjambret di beberapa wilayah, yakni Bontang Utara dan Bontang Selatan, Minggu (7/10) lalu.

NA (31) dan NR (37) sebagai pasutri yang sah, tidak hanya kompak dalam membina biduk rumah tangga saja. Kedua tersangka ini juga kompak dalam urusan kejahatan. Bahkan, diketahui NA tengah hamil 4 bulan.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kapolsek Bontang Selatan Iptu Yuriska mengatakan, sebelum beraksi, kedua tersangka terlebih dahulu berkeliling Bontang untuk mencari korban yang dianggap lengah. Tersangka mengincar korban yang menyimpan barang berharga di dashboard motor.

Dijelaskan Iptu Yuriska, Minggu(7/10) motor kedua tersangka terus mengikuti calon korban di wilayah Bukit Indah, Jalan Ir H Juanda. Ketika jarak sudah sangat dekat, sang suami alias NR mengambil dompet yang disimpan di dashboard dan langsung kabur. “Ternyata, saat dijambret korban spontan teriak dan didengar masyarakat hingga kedua jambret itu dikejar,” terang Yuriska, Senin (15/10) kemarin.

Ketika dikejar hingga ke arah Tanjung Laut, mereka berhasil diamankan. Keduanya bahkan nyaris diamuk massa, namun langsung diamankan ke Polsek Bontang Selatan. “Kami masih lakukan penyidikan terhadap keduanya, karena dengan kejadian terakhir, ternyata mereka sudah lama melakukan aksinya, hingga terdapat 10 TKP,” ungkapnya.

TERCIDUK: Tampak Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang saat menggelar olah TKP. (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Untuk TKP kata Yuriska, berada di beberapa wilayah, yakni Bontang Utara dan Bontang Selatan. Namun, rata-rata di Bontang Selatan. Selain melakukan aksi penjambretan, keduanya juga sempat melakukan pencurian ponsel yang tersimpan di dashboard motor yang sedang diparkir.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button