Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Dicerai Suami, Rela Menjual Diri demi Nafkahi Kuliah Anak  Cerita Miris “Pemuas Nafsu” di Sudut Kota Tepian

Published

on

Dibaca normal 4 menit

SAMARINDA – Kebutuhan hidup yang kian membengkak kerap membuat sebagian orang memilih jalan hidup yang keluar dari norma umum. Penyebab lainnya yakni minimnya lapangan kerja yang tidak sesuai kemampuan penduduk usia kerja.

Selama tiga bulan terakhir, Metro Samarinda mendalami bisnis “lendir” berkedok panti pijat di Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda. Lestari (45), nama samaran, sudah satu setengah tahun melayani para pelanggan yang ingin mendapatkan jasa pijat.

Perempuan berkulit putih itu memasang tarif Rp 150 ribu bagi setiap pelangan yang mendapatkan jasa urutnya. Sudah ratusan orang yang dilayaninya di kontrakan yang tak jauh dari Stadion Utama Kaltim itu.

“Biasanya setelah pijat, saya tawarkan seks. Biayanya enggak terlalu mahal sih. Paling dengan pijat itu Rp 300 ribu,” katanya pada Metro Samarinda belum lama ini.

Setiap pekan, Lestari melayani puluhan pelanggan. Tak semuanya mau berhubungan seks. Hanya sebagian saja. Ada yang datang ingin mendapatkan pijatan lembut darinya. Tetapi tak sedikit pula yang datang untuk meminta dipijat plus berhubungan intim.

Di kontrakan itu, Bunga telah menyediakan kondom. Sebagian besar pelanggannya melakukan hubungan intim dengannya menggunakan alat pengaman itu.

Di balik kerja “kerasnya” setiap hari, pendapatannya terbilang besar. Jauh di atas Upah Minimun provinsi (UMP) Kaltim. Jika dikalkulasi, pendapatannya setiap bulan sekira Rp 5 juta. Di waktu tertentu, apabila sedang ramai pelanggan, dia menerima Rp 7 juta.

“Kebanyakan yang datang ke sini itu anak-anak muda. Kalau yang sudah punya istri atau seumuran dengan saya, seingat saya jarang ya,” jelasnya.

Uang yang didapatkan dari usaha itu dikirim Lestari untuk kebutuhan perkuliahan anaknya di Surabaya, Jawa Timur. Setiap bulan, dia mengirim untuk anak semata wayangnya itu Rp 1 juta.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments