Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Toko Baju Nyaris Jadi Arang   Diduga Korsleting, Meteran Listrik Meledak

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Di tengah guyuran hujan deras, warga sekitar toko pakaian Celcius di Jalan Bhayangkara yang tak jauh dari simpang tiga Jalan Eks Pupuk Raya tiba-tiba dibuat panik. Bagaimana tidak, meteran listrik milik PLN yang terpasang di depan toko tersebut tiba-tiba saja meledak berkali-kali dan mengeluarkan kobaran api, Kamis (18/10) siang kemarin.

“Ledakannya sampai 10 kali lalu muncul percikan api. Kemudian api membesar,” ujar Alexander, asisten toko Celcius.

Saat kejadian, secara tak sengaja salah seorang anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang lewat di depan toko tersebut. Melihat api yang membubung, petugas tersebut langsung menghubungi rekannya yang berada di Mako Damkar untuk segera datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Beruntung, api yang sempat membakar sebagian plafon toko tersebut tiba-tiba padam, sebelum anggota Disdamkartan tiba.

“Kami dapat laporan pukul 13.40 Wita. Saat itu juga, kami langsung meluncur ke lokasi. Namun saat sampai kondisi api sudah padam. Kabarnya padam sendiri,” ucap Komandan Pleton (Danton) Disdamkartan, Rudi Pancoro saat diwawancarai Bontang Post di lokasi kejadian.

Atas kejadian ini, meteran listrik mengalami kerusakan parah. Dinding sebelah kiri toko pun juga hangus hingga sampai ke bagian plafon. Atas kejadian ini, petugas Disdamkartan pun dengan cepat berkoordinasi dengan PLN untuk penanganan meteran listrik dan jaringannya. “Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki,” timpal Danton lainnya, Norman.

Atas kejadian ini, Norman kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya kebakaran. Pasalnya musibah kebakaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Dia menyebut, kelengahan masyarakat terhadap bahaya kebakaran masih cukup tinggi. Salah satu contohnya, kejadian yang terjadi Rabu (17/10)  sore lalu di salah satu tempat makan di wilayah Pisangan, Jalan HM Ardans. Saat itu pemilik sebuah rumah makan sedang memasak, lalu tiba-tiba ditinggal ke pasar. Wajan penggorengannya pun akhirnya terbakar.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca