Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Olahraga

Tarung Drajat Incar Satu Emas Patok Target Realistis di Porprov, Keluhkan Asupan Gizi Atlet

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Cabang olahraga (cabor) tarung drajat mengincar satu medali emas di pekan olahraga provinsi (Porprov) Kaltim, akhir tahun ini. Menurut pelatih tim Bontang, Lijer, target ini sangat realistis. Meskipun tidak menutup kemungkinan tambahan lima medali bisa diraih.

“Kami menargetkan satu emas, dua perak, dan tiga perunggu,” kata Lijer kepada Bontang Post, Jumat (19/10) kemarin.

Dijelaskannya, enam atlet akan didaftarkan dalam porprov yang dihelat di Kutim tersebut. Rinciannya, lima atlet putra dan satu putri. Kesemuannya akan bertarung di kelas yang berbeda. Mulai dari kelas 64 hingga 80 kilogram. Sementara sektor putri yang berlaga di kelas 45,1 kilogram.

“Potensi atlet peraih medali emas bisa diambil di nomor 80 kilogram ke atas putra. Meskipun di nomor lain pun tetap kami mengharapkan untuk tampil maksimal,” jelasnya.

Saat ini keenam atlet menjalani pemusatan latihan mandiri. Tiap hari, atlet wajib mendapatkan porsi latihan baik fisik maupun teknik. Venue latihan pun untuk pagi hari berlangsung di kantor Satpol PP, sementara sore hari latihan dihelat di komplek Stadion Bessai Berinta.

Kendala yang dirasakan oleh pelatih saat persiapan porprov ini ialah nihilnya asupan gizi atlet. Mengingat anggaran pemusatan latihan pun tidak ada. Dituturkan Lijer, biaya yang dibutuhkan dalam satu bulan mencapai Rp 20 juta. Bahkan, jika program trainning center (TC) disertai karantina maka biayanya pun bertambah Rp 10 juta.

“Tarung drajat merupakan olahraga kontak tubuh langsung, sehingga membutuhkan asupan yang menopang energi atlet,” tuturnya.

Prediksi Lijer, lawan terberat yang bakal dihadapi ialah tim Samarinda. Mengingat sarana dan prasarana latihan di daerah tersebut sangatlah memadai. “Belum lagi mereka ditunjang sarana dari Satlat Sekolah Khusus Olahraga Indonesia (SKOI),” ucapnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments