Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Stok Barang Mulai Tak Stabil Dampak Mandeknya Pengiriman Barang dari Sulteng

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Harga beberapa kebutuhan pokok di Pasar Segiri mulai tak stabil. Kendati demikian, pedagang masih mengeluhkan lambatnya pengiriman sayuran dari wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), tepatnya Palu. Sebab, keterlambatan datangnya stok barang ini kerap menyebabkan barang kosong dan membuat beberapa pedagang terpaksa menutup lapaknya.

Seperti yang diakui Rahma, salah satu pedagang di Pasar Segiri Jalan Pahlawan. Ia mengatakan, biasanya pengiriman barang dari Sulawesi dilakukan setiap hari. Namun kini, hanya dua kali seminggu.

“Ini yang kadang bikin stok kosong dan kami tidak bisa jualan. Memang sih sekarang harga barang mulai turun, seperti kol minggu lalu kan harganya Rp 10 ribu per kilo. Sekarang Rp 7 ribu per kilo. Tapi yaitu, pengiriman barang masih belum lancar,” tutur dia kepada Metro Samarinda, (19/10) kemarin.

Ibu paruh baya ini menuturkan, hal ini berhubungan dengan gempa dan tsunami yang menimpa wilayah itu sebelumnya. Selain itu, sekarang kawasan penghasil sawi putih itu memang sedang musim kemarau. Sehingga, kerap memengaruhi harga dan stok barang.

“Karena gempa kemarin kan banyak kapal yang rusak, makanya kapal pengangkut barangnya jadi berkurang. Terus lagi kemarau, makanya barang yang datang tidak jelas. Kadang stoknya banyak, kadang sedikit,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengaku tidak tertarik mencari pasokan barang dari kawasan lain, misalnya seperti Surabaya karena dinilai lebih mahal.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ida Farida, salah satu pedagang di Pasar Segiri. Ia mengaku, hal ini membuatnya kesulitan. Pasalnya, harga dan stok yang tidak jelas membuat harga barang menjadi fluktuatif.  Karena ketika barang yang datang berlimpah, maka harga akan turun. Namun, ketika barang yang datang sedikit, maka harga barang akan semakin mahal.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments