Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Dilarang Bawa Kendaraan, Siswa Pilih Menumpang

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA- Larangan membawa kendaraan sendiri membuat pelajar SMP di Kecamatan Sangatta Selatan dan Teluk Pandan dikeluhkan. Mereka mengaku kesulitan untuk berangkat sekolah.

Pihak sekolah melarang dengan alasan belum cukup umur dan tidak memiliki SIM. Terpenting, untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Para pelajar meminta sekolah memberikan solusi terkait pelarangan itu. Seperti kendaraan massal. Akibat tidak ada angkutan, mereka terpaksa menumpang kendaraan yang melintas.

“Saya ikut bersedih melihat anak-anak sekolah  menghentikan kendaraan yang lewat. Mereka minta tumpangan pulang. Karena saya kasihan, makanya saya bawa naik mobil,” ujar Brotus, salah satu warga saat melintasi Teluk Pandan.

Masalah lainnya, dia takut pelajar tersebut tertabrak karena terus berada di bibir jalan. Ditambah pula khawatir bertemu orang yang berniat jahat.

“Mereka dari Desa Teluk Kaba dan Kandolo. Sejak 15 Oktober dilarang bawa motor ke sekolah. Dia menunggu angkutan sampai magrib. Menunggu orangtua jemput,” terangnya.

Hal ini juga terjadi di Sangatta Utara. Khususnya mereka yang sekolah di Jalan AW Syahranie.  Kebanyakan anak SD dan SMP. Mereka pun mengemis tumpangan. Tak ada kendaraan massal.

“Saya setiap hari seperti ini. Kalau berangkat diantar, kalau pulang ikut sama orang. Kalau tidak ada yang kasih tumpangan, saya jalan kaki,” kata Iwan.

Beberapa warga mendukung kebijakan sekolah agar melarang siswa membawa kendaraan sendiri. Dengan catatan, disediakan kendaraan massal. “Jangan asal larang saja,” kata Eki.

Sementara, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menyebut tidak ada salahnya pelarangan tersebut.  Yang menjadi masalah, katanya, jika aturan diterapkan tanpa solusi. “Harus disiapkan bus sekolah dan gratis,” pintanya.

Sejatinya, pernah ada bus gratis di Kecamatan Teluk Pandan dan Sangatta Utara. Namun, kini sudah tidak terlihat lagi. (dy)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments