Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Pemkot dan Dewan Saling Tuding  Terkait Data Real Sektor Penghasil PAD Samarinda 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Belum juga duduk bersama, rencana kenaikan target pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadi Rp 650 miliar sudah menuai perang dingin. Pasalnya, target kenaikan pajak tersebut dinilai tidak memiliki landasan dan data yang akurat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda, Martinus, malah menantang balik pernyataan yang digelontorkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda. “Kalau begitu kita tantang mereka tunjukkan data yang benar-benar akurat,” ujarnya, Sabtu (20/10) kemarin.

Martinus menyebut, karena yang menjadi landasan Banggar menaikkan angka tersebut yakni karena melihat restoran, tempat hiburan, dan kendaraan di Samarinda semakin bertambah. Dari angka penjualan kendaraan bermotor saja, imbuh dia, sudah bisa terlihat ada peningkatan. Dikarenakan hal tersebut, maka seharusnya PAD juga bertambah.

“Untuk itu kami meminta agar pemkot mendata pendapatan dari sektor-sektor tersebut dengan baik. Berapa jumlahnya dan berapa penghasilannya,” jelasnya.

“Selama ini mereka tidak terbuka. Sejauh mana mereka sudah menginventarisasi pajak rumah makan. Kemudian tempat hiburan. Sejauh mana mereka mendata itu. Kita terbuka saja,” tambah Martinus.

Hal tersebut menjadi dasar sikap DPRD mempertanyakan target PAD dari pemkot. “Jadi kalau mereka pertanyakan apa dasarnya. Itu dasar nya. Bukannya kami komentar tidak ada dasar. Bukan kami ini ingin melanggar peraturan dan regulasi yang ada. Masalahnya mereka malas untuk mendata itu,” tuturnya.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menyebut, kenaikan target pajak itu hanya merupakan permintaan dari pihaknya. Nanti hal tersebut tentunya akan dirembukkan dan mengalami evaluasi lagi.

“Sampai enggak kalau targetnya segitu? Kan harus ada target. Jadi jangan bilang tidak bisa dahulu. Itu kan baru perencanaan. Walaupun akhirnya harus evaluasi,” beber Martinus.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments