Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Harga Sayur Berangsur Turun Pedagang Sebut Pasokan dari Palu Mulai Berdatangan 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Pascagempa disertai tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah membuat harga komoditas pangan seperti sayur-sayuran melonjak beberapa waktu lalu. Namun, sejak sepekan ini harganya mulai berangsur turun.

Randi, pedagang di Pasar Rawa Indah mengatakan, harga kubis per kilogramnya dijual Rp 12 ribu. Kondisi ini sangat kontras jika dilihat dua pekan lalu. Pasalnya, pedagang harus menjual per kilogramnya Rp 18 ribu.

“Harga jual kubis sekarang sudah mulai turun, tidak seperti beberapa waktu lalu,” kata Randi kepada Bontang Post, Sabtu (20/10) kemarin.

Kondisi ini, diakibatkan masuknya pasokan dari Sulawesi Tengah. Komoditas tersebut pun telah terdistribusi ke pedagang di Bontang melalui transportasi jalur laut. “Sudah masuk pasokan dari Palu sehingga harganya berbeda,” ucapnya.

Sebelumnya, akibat bencana, pedagang terpaksa mengambil pasokan dari Surabaya dan Makassar. Meskipun secara kualitas memang kedua daerah tersebut lebih baik dibandingkan dari Palu. Akan tetapi konsumen kebanyakan membeli komoditas pangan yang termurah. Situasi demikian membuat pemasok dari kedua daerah menaikkan harganya.

Namun, Randi berharap agar harga kembali normal seperti sebelumnya. Di mana, per kilogramnya dijual Rp 10 ribu, di Pasar Rawa Indah. “Kalau bisa turun lagi harganya sampai Rp 10 ribu per kilogramnya,” tuturnya.

Senada, sawi putih juga mengalami penurunan harga. Semula per kilogramnya dijual Rp 18 ribu kini menjadi Rp 15 ribu. Begitu pula dengan labu siam, kini buah yang menyerupai alpukat ini dijual Rp 10 ribu per kilogramnya atau turun sekira Rp 2 ribu.

Berbeda, harga wortel masih belum terjadi penurunan. Wortel yang kaya akan vitamin A ini dijual oleh pedagang seharga Rp 18 ribu. Padahal dua pekan lalu sebelum bencana, harga komoditas pangan tersebut berharga Rp 12 ribu per kilogramnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments