Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Ribuan Pelamar Daftar CPNS  Formasi Teknis Paling Diminati, Dua Formasi Medis Nihil Pelamar

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Sejak diumumkannya informasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bontang 2018 pada September lalu dan berakhir hingga Sabtu (20/10) kemarin, total pelamar yang mendaftar mencapai 2.117 orang. Jumlah tersebut dilihat berdasarkan total pelamar yang mengumpulkan berkas ke Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) yang berlokasi di lantai dasar gedung Graha Taman Praja Blok III, Jalan Moch Roem, Kelurahan Bontang Lestari.

Sebelum mengumpulkan berkas, peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara online melalui situs sscn.bkn.go.id. Dari pendaftaran online tersebut, jumlah pelamar CPNS Bontang tercatat sebanyak 2.397 orang. Itu artinya, ada 280 orang yang tidak melakukan pengumpulan berkas.

“Itu artinya pelamar tersebut tidak berniat untuk melanjutkannya sehingga tidak memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan CPNS,” kata Sunarya, Kabid Mutasi dan Pengembangan BKPP saat diwawancarai Bontang Post, Sabtu (20/10) kemarin.

Dari hasil lamaran yang masuk, BKPP belum bisa merinci secara pasti formasi mana yang paling diminati oleh pelamar. Namun begitu, secara umum formasi terbanyak yang dilamar adalah formasi teknis. “Ada dua formasi jabatan medis yang kosong pelamar. Dokter Spesialis Bedah Syaraf Ahli Pertama dan Dokter Anastesi,” ujarnya.

Kata Sunarya, dalam memberikan pelayanan terhadap penerimaan CPNS 2018 ini, BKPP telah melakukan upaya maksimal. Di antaranya batas akhir penerimaan berkas lamaran yang sebelumnya Jumat, 19 Oktober 2018, diundur menjadi Sabtu 20 Oktober 2018. Untuk memudahkan pelamar yang belum melakukan legalisir data kependudukan pun, pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diskucapil) yang biasanya tidak membuka pelayanan pada hari Sabtu, khusus Sabtu kemarin membuka pelayanannya.

“Sampai hari ini (kemarin, Red.) masih ada berkas pelamar yang belum melegalisir KTP dan KK-nya. Akhirnya kami arahkan untuk dilegalisir terlebih dahulu ke Diskucapil,” ungkapnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments