Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Manfaatkan Cangkang Kepiting jadi Grit Pupuk Kaltim Buka Peluang Bisnis Pakan Burung bagi Nelayan Malahing

Published

on

Dibaca normal 2 menit

WUJUD pembinaan Pupuk Kaltim bagi warga pesisir Malahing kembali dilakukan melalui pemanfaatan sisa cangkang kepiting menjadi grit atau makanan penunjang bagi burung pemakan biji-bijian (fringilidae). Seperti jenis Perkutut, Kenari, Love Bird, Blackthroat, Mozambic, Siskin, dan burung lainnya.

Peluang itu dijajaki Pupuk Kaltim melalui Departemen CSR dengan menawarkan grit hasil produksi nelayan Malahing. Di mana sisa pengolahan kitosan (senyawa turunan) dari cangkang basah kepiting ditawarkan ke peternakan Perkutut terbesar di Surabaya Jawa Timur yakni IBM Farm Bird.

Dijelaskan Superintendent Kemitraan dan Bina Lingkungan Departemen CSR Pupuk Kaltim, Udiyanto, upaya ini guna memberi nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat ditindak lanjuti serius oleh para nelayan. Yang merupakan bagian dari program binaan wilayah Pupuk Kaltim di Malahing.

Melihat sisa pengolahan cangkang kepiting cukup besar dan terbuang begitu saja. Padahal dari sisi ekonomis, cangkang kepiting merupakan salah satu bahan baku dengan nilai jual tinggi, khususnya untuk pakan tambahan bagi burung.

“Selama ini kepiting hanya diambil dagingnya untuk dijual, lalu sisanya dibuat pupuk kitosan. Dan setelah dievaluasi, ternyata masih menyisakan cangkang. Prospek itu kita kembangkan menjadi grit agar bagian kepiting tidak ada yang terbuang dan bernilai ekonomis,” terang Udiyanto.

Pemilihan IBM Farm Bird pun bukan tanpa alasan, mengingat peternakan ini juga memiliki sejumlah peternak binaan yang menggunakan grit untuk pakan tambahan burung. Sementara Perkutut yang dijual pun memiliki nilai sangat tinggi hingga miliaran rupiah.

“IBM Farm Bird punya burung legendaris juara se-Indonesia, diberi nama Susi Susanti yang bernilai Rp 1 miliar. Menjadikan peternakan tersebut lebih unggul dibanding lainnya. Dan itu sasaran penjualan kita,” tambah dia.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments