Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Alphad Dkk Dinilai Aneh Pindah Partai Tak Kunjung Diganti, Diduga Sengaja Dilakukan untuk Kepentingan Pemilu

Published

on

Dibaca normal 2 menit

“Logikanya ketika sudah berhenti, kemudian punya partai baru, kenapa tidak diganti di DPRD? Itu kan aneh”. Budiman Chosiah (Pengamat Politik Unmul Samarinda)

SAMARINDA – Lima anggota DPRD Samarinda yang pindah partai politik tak kunjung dilakukan penggantian antar-waktu (PAW). Belum digantinya wakil rakyat itu disebabkan putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Putusan itu tak pelak dipergunakan para anggota dewan tersebut untuk tetap merasakan kursi “empuk” dan fasilitas dewan untuk memuluskan langkahnya meraup suara di pemilu 2019.

Bukan tanpa alasan. Wakil rakyat yang pindah partai itu kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dalam keadaan menyandang “gelar” wakil rakyat yang berlaga di pemilu, jabatan yang dipegang akan memberikan kemudahan baginya untuk sosialisasi dan kampanye.

Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Budiman Chosiah mengatakan, hal itu bak sosialisasi gratis karena kegiatan kedewanan para wakil rakyat itu tetap difasilitasi dan dibiayai negara.

“Ketika mereka masih di legislatif, setidaknya mereka masih bisa memaksimalkan banyak hal. Artinya bisa berbuat tanpa dana pribadi, menggunakan institusi, sosialisasi, dan memasarkan diri,” ucapnya, Ahad (21/10) kemarin.

Namun kepindahan partai tanpa disertai PAW, justru melanggar etika dan undang-undang. Setelah diberhentikan dari partai politik sebelumnya, sejatinya anggota dewan bersangkutan harus diganti dari DPRD Samarinda.

“Logikanya ketika sudah berhenti, kemudian punya partai baru, kenapa tidak diganti di DPRD? Itu kan aneh,” ucapnya.

Disinggung pengaruh pelanggaran etika itu di publik, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul Samarinda itu mengatakan, pada umumnya masyarakat belum terpengaruh dengan fenomena tersebut.

Pasalnya, publik lebih banyak menentukan pilihan berdasarkan ketokohan dan dukungan finansial calon legislatif. Tentu saja wakil rakyat yang memilih tetap bertahan sebagai anggota dewan, dapat memberikan keuntungan finansial yang bersangkutan.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca