Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Tambang Bukan Dalang Banjir Akademisi: Bontang Banyak Rawa yang Jadi Permukiman

Published

on

Dibaca normal 2 menit

“Jadi tidak benar kalau ada yang bilang tanggul Indominco jebol. Karena kami tidak punya tanggul,”

Zainal Abidin

Kepala Administrasi PT Indominco Mandiri

BONTANG – Polemik mengenai permasalahan sumber penyebab banjir Bontang akhirnya terjawab. Dari hasil kunjungan lapangan yang dilakukan oleh panitia khusus (pansus) banjir DPRD Bontang, Senin (22/10) kemarin, memastikan aktivitas perusahaan tambang PT Indominco Mandiri (PT IMM) bukan biang kerok banjir dan penyumbang derasnya debit air menuju aliran sungai Bontang.

Kepala Administrasi PT IMM Zainal Abidin mengatakan, area perusahaan berada di luar aliran sungai Bontang. Kata dia, debit air justru mengarah ke aliran sungai Santan. Sehingga menurutnya mustahil jika dikabarkan PT IMM dalang banjir tahun lalu.

“Jadi tidak benar kalau ada yang bilang tanggul Indominco jebol. Karena kami tidak punya tanggul,” kata Zainal.

Bahkan lanjutnya, perusahaan melakukan penghitungan untuk volume air yang mengarah ke sungai Santan. Penghitungan rutin dilakukan oleh bagian mine planning. “Kami pun ukur jumlah air permukaan yang menuju sungai Santan,” tuturnya.

Dituturkannya pula, perusahaan diuntungkan dengan keberadaan di balik gunung. Sehingga struktur gunung dapat dijadikan tembok agar aliran air tidak menuju Bontang secara langsung.

Sementara, Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Thamrin membenarkan jika PT IMM bukan penyebab banjir Bontang. Adapun jalan yang terletak di  ST 15,500 pun sangat kecil untuk menyalurkan debit air.

“Dipastikan bukan dari perusahaan tambang, tetapi penyebabnya karena tata guna lahan di daerah aliran sungai Bontang dan dalam kota,” kata Thamrin.

Thamrin menjelaskan, di Bontang banyak rawa yang telah berubah fungsi menjadi permukiman. Debit air besar dari hulu pun mengalir deras ke hilir tanpa tempat persinggahan.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments